Sinergi Jadi Fondasi Penting Bangun Pendidikan Kedokteran

Tenaga kesehatan. Foto: Istimewa

Sinergi Jadi Fondasi Penting Bangun Pendidikan Kedokteran

M Sholahadhin Azhar • 7 August 2026 19:23

Jakarta: Sinergi antarperguruan tinggi, disebut sebagai fondasi penting. Terutama, untuk membangun pendidikan tinggi di Indonesia. Khususnya, di bidang kedokteran.

"Sinergi ini menjadi fondasi penting dalam membangun pendidikan kedokteran yang unggul, adaptif, dan berorientasi pada mutu," ujar Rektor Universitas Esa Unggul, Arief Kusuma Among Praja, dalam keterangan tertulis, Jumat, 7 Agustus 2026.

Hal itu diungkap Arief, terkait pembukaan Fakultas Kedokteran Esa Unggul. Pihaknya memperkuat komitmen dengan menghadirkan pendidikan kedokteran melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

"Pembukaan Fakultas Kedokteran merupakan salah satu pencapaian strategis Universitas Esa Unggul pada tahun ini," kata Arief.

Kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk memastikan penyelenggaraan Program Studi Kedokteran dan Program Studi Pendidikan Profesi Dokter Universitas Esa Unggul. Sehingga, dapat berjalan sesuai Standar Nasional Pendidikan Kedokteran serta berkembang menjadi program studi yang mandiri, unggul, dan berkelanjutan.
 


"Untuk memastikan kualitas penyelenggaraannya sejak awal, kami menggandeng Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia sebagai mitra dalam program pengampuan," kata Arief.

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Esa Unggul, Murti Andriastuti, membeberkan visi Fakultas Kedokteran Universitas Esa Unggul. Yakni, menghadirkan pendidikan kedokteran yang mengedepankan kualitas akademik, profesionalisme, serta kolaborasi lintas disiplin untuk menjawab tantangan layanan kesehatan masa depan.


Kerja sama antaruniversitas. Foto: Istimewa

"Melalui sinergi dengan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, kami optimistis dapat menghasilkan lulusan dokter yang kompeten, berintegritas, adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta siap memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas layanan kesehatan di Indonesia," ujar Murti.

Komitmen yang sama juga disampaikan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Anna Rozaliyani. Menurut Anna, program pengampuan merupakan bentuk kolaborasi strategis yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan standar pendidikan, tetapi menjadi fondasi dalam membangun mutu pendidikan kedokteran yang berkelanjutan.

“Program pengampuan bukan sekadar pendampingan dalam memenuhi standar, tetapi merupakan kemitraan strategis untuk membangun budaya mutu, memperkuat tata kelola akademik, serta memastikan setiap proses pendidikan menghasilkan lulusan yang kompeten, profesional, dan berintegritas," kata Anna.

(M Sholahadhin Azhar)