Erupsi Anak Krakatau Berdampak ke Penerbangan, Kemenhub Kaji Dampaknya

Ilustrasi. Foto: Dok MI

Erupsi Anak Krakatau Berdampak ke Penerbangan, Kemenhub Kaji Dampaknya

Hendrik Simorangkir • 6 September 2026 18:50

Tangerang: Abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak pada operasional penerbangan di sejumlah bandara di Indonesia. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) kini meminta maskapai terdampak menghitung dan melaporkan dampak pembatalan penerbangan yang terjadi.

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengatakan Kemenhub belum menghitung secara keseluruhan dampak pembatalan penerbangan karena penutupan operasional bandara baru dilakukan pada dini hari.

"Belum. Kita belum menghitung itu. Baru baru kita baru menutup itu dini hari. Ini kita belum menghitung bagaimana dampak daripada masing-masing setiap maskapai itu pengoperasian mereka," ujar Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi di Posko Penanganan Terminal 1B Bandara Soekarno-Hatta, Minggu, 6 September 2026.

Dudy menuturkan, Kemenhub meminta setiap maskapai yang terdampak menyampaikan laporan mengenai dampak pembatalan penerbangan terhadap operasional masing-masing.

"Karena banyak juga yang membatalkan penerbangan itu dari maskapai itu sendiri. Jadi kita bisa menghitung satu per satu. Tapi akan kita minta dari maskapai untuk melaporkan perhitungan kira-kira dampak kepada mereka seperti apa," kata Dudy.

Menurut Dudy, pembatalan penerbangan dalam situasi tersebut berkaitan dengan kondisi alam yang berada di luar kendali pihak maskapai. Karena itu, kondisi tersebut dapat dikategorikan sebagai keadaan kahar atau force majeure.

"Memang kalau kondisi ini, kalau kondisi alam, biasanya force majeure ya. Jadi kita tidak punya maksud untuk melakukan pembatalan karena alasan operasional. Tapi ini sepenuhnya karena alasan alam. Pembatalan disebabkan kondisi cuaca," jelas Dudy.


Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi (tengah). Foto: Dok. Tangkapan layar.

Di tengah kondisi tersebut, Dudy menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang terdampak gangguan penerbangan. Ia mengatakan pemerintah terus berupaya memberikan informasi mengenai perkembangan kondisi penerbangan.

"Kami menyatakan permohonan maaf kepada masyarakat. Semoga masyarakat selalu senantiasa yang paling penting tidak terlalu memaksakan untuk melakukan perjalanan dan memahami kondisi yang terjadi saat ini," ungkap Dudy.

Kemenhub juga mengimbau masyarakat untuk mempertimbangkan kondisi penerbangan sebelum melakukan perjalanan. Informasi mengenai jadwal maupun perubahan penerbangan dapat dipantau melalui kanal resmi maskapai dan otoritas terkait.

(Lukman Diah Sari)