Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Mulai Guyur Pesisir Banten

Pantauan Gunung Anak Krakatau alami erupsi di Pos Pemantau Gunung Api (PGA) Pasauran, Anyer, Kabupaten Serang. (ANTARA/Desi Purnama Sari)

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Mulai Guyur Pesisir Banten

Silvana Febiari • 5 September 2026 21:32

Serang: Hujan abu vulkanik dengan intensitas tipis imbas erupsi Gunung Anak Krakatau mulai melanda daratan pesisir Banten. Khususnya di sekitar Pos Pemantau Gunung Api (PGA) Pasauran, Anyer, Kabupaten Serang.

Kepala Pos PGA Anak Krakatau di Pasauran, Deni Mardiono mengatakan sebaran material vulkanik tersebut terbawa oleh embusan angin yang bergerak mengarah ke wilayah timur atau pesisir Banten.

"Untuk kondisi saat ini di pos Pasauran sudah terdampak abu vulkanik yang sangat tipis sekali. Bisa dilihat dari rekaman CCTV banyak abu yang bertebaran. Abu ini tergantung dari arah angin, jadi kemungkinan besar anginnya ke arah timur sehingga terbawa ke pesisir Banten," kata Deni, dilansir dari Antara, Sabtu, 5 September 2026. 


Potensi sebaran abu vulkanik ini sepenuhnya bergantung pada pergerakan arah angin. Hingga saat ini, intensitas abu yang turun di sekitar area pos pemantauan masih dikategorikan sangat tipis.

Berdasarkan pantauan langsung kondisi di lapangan hingga pukul 20.40 WIB, aktivitas vulkanik di perairan Selat Sunda tersebut masih berlangsung intens. Visual erupsi Gunung Anak Krakatau tampak memancarkan cahaya merah menyala yang disertai dengan kilatan petir.


Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang terekam CCTV PVMBG pada pukul 00.08 WIB, Sabtu, 5 September 2026. ANTARA/HO-PVMBG


Letusan tersebut juga terus mengeluarkan suara gemuruh dan dentuman keras secara bersamaan. Kuatnya gelombang suara dari erupsi ini bahkan membuat pintu, kaca jendela, hingga lemari di dalam ruangan pos pemantau tampak bergetar.

Meski letusan disertai hujan abu tipis dan dentuman keras, Deni memastikan tingkat aktivitas vulkanik gunung tersebut tidak meningkat dari sebelumnya.

"Gunung Anak Krakatau hingga saat ini masih berada pada Level III atau Siaga. Masyarakat atau wisatawan tidak boleh mendekat dalam radius bahaya tiga kilometer dari kawah," tegasnya.

(Silvana Febiari)