Ilustrasi: Alena Darmel/Pexels
Penyakit ‘Ain dalam Islam: Pengertian, Dampak, dan Doa agar Terhindar
Riza Aslam Khaeron • 4 September 2026 07:00
Jakarta: Penyakit ‘ain merupakan salah satu hal yang dikenal dalam ajaran Islam. ‘Ain dapat berasal dari pandangan seseorang yang disertai rasa kagum atau dengki dan dalam kondisi tertentu dapat memberikan dampak buruk kepada orang yang dipandang.
‘Ain disebut sebagai kekuatan negatif yang berasal dari pandangan seseorang dan dapat membahayakan orang lain. Dilansir dari NU Online, ‘ain terbagi menjadi dua.
Pertama, pandangan dari seseorang yang memiliki rasa hasad, dengki, atau keinginan mencelakai orang lain. Kedua, pandangan penuh kekaguman dari orang yang tidak sedang dengki, tetapi kekaguman tersebut tidak disertai dengan mengingat Allah.
Syekh Ibnu Hajar al-‘Asqalani menjelaskan ‘ain sebagai pandangan kagum atau takjub yang bercampur dengan rasa iri dan dengki dari seseorang yang memiliki tabiat buruk sehingga dapat menimbulkan bahaya kepada orang yang dilihatnya. Sementara itu, Al-Munawi menjelaskan ‘ain sebagai pandangan terhadap sesuatu dengan rasa kagum atau dengki yang dilakukan tanpa disertai zikir kepada Allah.
Dalil tentang Penyakit ‘Ain
Keberadaan ‘ain ditegaskan dalam hadis Rasulullah saw. dalam riwayat Muslim:
Artinya: “‘Ain itu nyata (haq), kalau saja ada sesuatu yang mendahului takdir, niscaya ‘ain akan mendahuluinya.”
Pembahasan tentang ‘ain juga dikaitkan dengan Al-Qur'an Surah Al-Qalam ayat 51:

Artinya: “Dan sesungguhnya orang-orang kafir itu hampir menggelincirkan kamu dengan pandangan mereka, tatkala mereka mendengarkan Al-Qur’an dan mereka berkata: ‘Sesungguhnya ia (Muhammad) benar-benar orang yang gila’.”
Menurut penjelasan Imam Ibnu Katsir yang dikutip NU Online, kata “pandangan” dalam ayat tersebut diarahkan pada pandangan yang disertai kekuatan ‘ain.
Apa Saja Dampak Penyakit ‘Ain?
Dampak dari ‘ain dapat bermacam-macam. Dilansir dari NU Online, seseorang yang terkena pandangan ‘ain dapat mengalami sakit, celaka, bahkan dalam kondisi tertentu dapat menyebabkan kematian.Salah satu kisah yang disebutkan adalah peristiwa antara sahabat Amir bin Rabiah dan Sahl bin Hanif. Ketika melihat Sahl bin Hanif, Amir merasa kagum dengan kondisi tubuhnya yang putih dan bersih. Setelah itu, Sahl mengalami kondisi pingsan, lalu para sahabat meminta bantuan kepada Rasulullah saw..
Peristiwa tersebut menjadi salah satu dasar anjuran agar seseorang yang melihat sesuatu yang membuatnya kagum, baik pada dirinya sendiri, harta, maupun orang lain, mendoakan keberkahan.
Doa agar Terhindar dari Penyakit ‘Ain
Rasulullah saw. mengajarkan doa untuk memohon perlindungan kepada Allah Swt.. dari ‘ain. Doa tersebut adalah:
Artinya: “Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari semua setan, binatang yang beracun dan ‘ain yang menyakitkan.”
Doa tersebut diriwayatkan dalam hadis Al-Bukhari. Membaca doa ini menjadi salah satu bentuk ikhtiar untuk memohon perlindungan Allah Swt. dari penyakit ‘ain.
Cara Mencegah Penyakit ‘Ain
Selain memohon perlindungan melalui doa, Rasulullah saw. juga menganjurkan agar seseorang mendoakan keberkahan ketika melihat sesuatu yang membuatnya kagum. Dalam hadis yang diriwayatkan An-Nasa’i dan Al-Hakim disebutkan:.jpg)
Artinya: “Ketika salah satu di antara kalian kagum saat melihat dirinya sendiri, barang miliknya atau saat melihat saudaranya, maka doakanlah dia dengan keberkahan, karena ‘ain itu nyata.”
Dengan demikian, mendoakan keberkahan dan membaca doa perlindungan dapat menjadi ikhtiar seorang Muslim untuk memohon penjagaan Allah Swt. dari dampak ‘ain.
(Siti Nahdia Usman)