Gunung Api Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara erupsi. (Metro TV/ Ifan Gusti)
2 Pendaki WNA Hilang di Gunung Dukono, Tim SAR Bagi Dua Titik Pencarian
Lukman Diah Sari • 8 May 2026 16:47
Jakarta: Tim SAR gabungan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Utara masih melakukan pencarian terhadap dua warga negara asing (WNA) terdampak erupsi Gunung Dukono, Jumat, 8 Mei 2026. Tim SAR gabungan dibagi menjadi dua titik pencarian.
"Hingga Jumat siang masih terdapat dua orang pendaki WNA yang dinyatakan dalam pencarian oleh tim SAR gabungan, yakni HWQT, laki-laki, usia 30 tahun dan SMBAH, laki-laki, usia 27 tahun," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Abdul Muhari, dalam rilis resmi, Jumat, 8 Mei 2026.

Tim SAR gabungan berada di Pos 5 pendakian Gunung Api Dukono untuk mencari dan mengevakuasi dua WNA yang masih dalam pencarian pada peristiwa erupsi Gunung Api Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, Jumat (8/5). (DOk BNPB)
Abdul menerangkan, tim pertama dipimpin langsung Kalaksa BPBD Halmahera Utara. Tim melakukan penyisiran jalur pendakian menuju puncak gunung dan kini berada pada jarak kurang lebih 500 meter dari puncak.
"Dalam upaya tersebut, tim menggunakan pesawat nirawak untuk memantau kondisi dari udara guna meningkatkan keamanan dan efektivitas pencarian, mengingat aktivitas erupsi Gunung Dukono masih berlangsung dengan intensitas yang fluktuatif," jelas dia.
Sementara itu, tim kedua melakukan penyisiran di wilayah aliran sungai yang berada di dekat kawasan puncak gunung. Penyisiran, kata dia, dilakukan untuk mencari dua WNA yang masih dinyatakan hilang.
Pencarian Sempat Dihentikan
Berdasarkan informasi dari Pengamat Gunung Api Dukono yang turut mendampingi proses evakuasi, pukul 14.10 WIB operasi pencarian sempat dihentikan sementara demi keselamatan personel di lapangan. Hal itu dilakukan karena adanya potensi lontaran lava pijar dengan jangkauan mencapai sekitar 1,5 kilometer dari puncak kawah."Saat itu seluruh tim evakuasi dilaporkan berada di Pos 5 sambil menunggu kondisi aktivitas vulkanik lebih aman untuk melanjutkan pencarian," jelas Abdul.
Selanjutnya, pukul 15.25 WIB, berdasarkan laporan langsung Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Halmahera Utara, pencarian kembali dilanjutkan. Tim SAR gabungan dibagi menjadi dua titik pencarian.