Hampir 6 Ribu Pelaut Terdampar di Teluk karena Serangan di Selat Hormuz

Kapal-kapal yang terjebak di Selat Hormuz akibat terjadi serangan ke Iran. Foto: Anadolu

Hampir 6 Ribu Pelaut Terdampar di Teluk karena Serangan di Selat Hormuz

Fajar Nugraha • 8 July 2026 20:10

London: Hampir 6.000 pelaut masih terdampar di kapal-kapal yang tidak dapat meninggalkan Teluk dengan aman karena serangan terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz terus berlanjut.

Sekretaris Jenderal IMO Arsenio Dominguez mengutuk serangan selama dua hari terakhir terhadap beberapa kapal komersial di Selat tersebut, memperingatkan bahwa pelaut yang tidak bersalah kembali ditempatkan dalam "bahaya besar."

Ia mengatakan ratusan kapal yang membawa sekitar 6.000 pelaut tetap terdampar di Teluk sejak awal konflik di Timur Tengah.

"Tidak ada pelaut yang harus mempertaruhkan nyawanya hanya untuk melakukan pekerjaannya," kata Dominguez, seperti dikutip Anadolu, Rabu 8 Juli 2026.

Ia mendesak negara-negara bendera kapal, pemilik kapal, operator, dan otoritas terkait untuk menghindari paparan bahaya yang tidak perlu bagi para pelaut dengan melintasi Selat Hormuz selama keselamatan dan keamanan awak kapal belum dapat dipastikan.

Dominguez mengatakan serangan terbaru telah meningkatkan rasa takut, ketidakpastian, dan tekanan psikologis di antara awak kapal yang terdampar, dan menyerukan kepada semua negara yang terkait untuk menahan diri secara maksimal, segera melakukan de-eskalasi, dan memfasilitasi keberangkatan kapal-kapal yang masih terjebak di Teluk.

Badan PBB tersebut mengatakan bulan lalu bahwa mereka telah mengkonfirmasi 46 serangan terhadap pelayaran internasional di dan sekitar Selat Hormuz sejak 28 Februari -,ketika konflik dimulai,- dengan 14 korban jiwa di kalangan pelaut.

Selat Hormuz, yang terletak di antara Iran dan Oman, adalah salah satu titik rawan maritim paling penting di dunia, yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab.

(Fajar Nugraha)