Statistik Pertandingan Prancis vs Paraguay: Mbappe Cs Produktif, Albirroja Sulit Bobol

Ilustrasi Timnas Prancis. Foto: X/@equipedefrance

Statistik Pertandingan Prancis vs Paraguay: Mbappe Cs Produktif, Albirroja Sulit Bobol

Muhamad Marup • 4 July 2026 16:55

Jakarta: Pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Prancis dan Paraguay akan berlangsung di Philadelphia Stadium di Amerika Serikat, Minggu, 5 Juli, pukul 04.00 WIB. Dari sisi statistik, pertandingan tersebut adalah pembuktian untuk dua keadaan kontras.

Prancis bakal membuktikan diri apakah mereka sudah benar-benar menjadi tim paling produktif. Mengutip Antara, Prancis adalah tim paling produktif dengan 13 gol yang dikonversi dari total 73 peluang. 

Sebaliknya, Paraguay berusaha menguji batas daya tahan pertahanannya dengan melawan tim paling produktif dan salah satu paling ofensif dalam Piala Dunia 2026. Sedangkan Paraguay adalah tim yang melakukan pressing dalam keadaan defensif tertinggi dengan 1.421 kali.

Paduan Sempurna

Selama Piala Dunia 2026, Prancis menampilkan seluruh elemen penting dalam permainan sepak bola dalam harmoni yang nyaris sempurna. Padahal skuad Les Bleus diisi para bintang sepak bola yang biasanya sulit disatukan menjadi unit bermain yang kompak.

Serangan balik mereka adalah yang paling mematikan sejauh ini. Bersama para superstar seperti Kylian Mbappe dan Ousmane Dembele, kecepatan Les Bleus dalam menekan balik lawan sungguh menyeramkan karena dilakukan terus-menerus sehingga lawan mustahil melawannya sepanjang pertandingan secara konstan.

Kehadiran para playmaker seperti Michael Olise makin membuat unit serang Les Bleus semakin ganas karena Olise mengimbuhkan visi dan kreativitas pada tingkat nyaris sempurna.

Kemampuan mereka dalam membongkar lini pertahanan yang rapat yang bahkan dengan "parkir bus" sekalipun, telah menjadikan Prancis sebagai pabrik gol yang efisien sekali.

Gelandang-gelandang bertahan mereka, entah itu Aurelien Tchouameni atau Adrien Rabiot atau yang lainnya, membuat Prancis  bagai tembok baja, saking terlampau seringnya mereka mematahkan serangan lawan. Tapi mereka juga acap mengubah setelan tim, dari mode bertahan ke menyerang.

Pun dengan lini belakang mereka. Kiper Prancis Mike Maignan adalah tiga kiper yang paling jarang diganggu pemain lawan selama Piala Dunia ini.

Sistem perlindungan yang kuat di depannya, ditunjang poros yang solid di jantung permainan Les Bleus, membuat penyerang lawan jarang membuat ancaman di depan gawang Prancis.

Selalu berdiri sejajar dalam formasi empat bek, lini belakang Prancis beroperasi dengan memadukan stabilitas fisik dan kualitas teknik untuk memainkan gaya sepak bola vertikal yang menembus pertahanan lawan dengan cepat saat menguasai bola dan aktif dalam transisi cepat nan eksplosif.

Untuk semua alasan ini, Prancis lebih mungkin memenangkan laga ini untuk kemudian berjumpa dengan Kanada atau Maroko di perempat final.

Sulit Bobol

Paraguay selalu masuk lapangan keyakinan tinggi bahwa sekuat apa pun lawan, mereka akan menghadapinya sampai titik akhir. Setelah takluk dari Amerika Serikat dengan skor 4-1, Albirroja tak terkalahkan, hingga menyingkirkan Jerman dalam adu penalti.


Kiper Paraguay, Orlando Gill merayakan kemenangan atas Jerman di Piala Dunia 2026. Foto: X/@Albirroja

Perjalanan mereka dalam putaran final Piala Dunia 2026 sama berliku dengan perjalanan mereka saat babak kualifikasi zona Amerika Selatan.

Mereka lolos ke Piala Dunia 2026 setelah mengemas poin yang sama dengan Kolombia, Uruguay dan Brasil, 28 poin, dan satu poin di bawah peringkat kedua Ekuador. Argentina terlalu jauh dari tim-tim Amerika Selatan lain dengan 38 poin. Tapi bersama Argentina, Paraguay adalah dua tim yang sulit dibobol lawan, karena hanya kebobolan 10 kali dari 18 pertandingan. Angka tertinggi di area ini dipegang Ekuador, sebanyak lima kali.

Kini, Miguel Almiron dkk. akan mengandalkan lagi daya tahan lini pertahanan untuk membuat para penyerang dan gelandang Prancis, senasib dengan rekan-rekan mereka di Jerman dan Turki.

(Muhamad Marup)