Kampanye Water for Timor, Upaya Mendekatkan Akses Air Bersih di Timor Tengah Selatan

Air bersih ilustrasi. Dok Freepik.

Kampanye Water for Timor, Upaya Mendekatkan Akses Air Bersih di Timor Tengah Selatan

Arga Sumantri • 6 July 2026 18:08

Jakarta: Sekitar 2.000 warga di lima desa wilayah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT) membutuhkan akses air bersih dan fasilitas sanitasi yang layak. Kondisi ini menggerakkan Wahana Visi Indonesia (WVI) untuk mengajak seluruh pihak bersama-sama mewujudkan kebutuhan di wilayah tersebut.

Upaya ini menjadi bagian dari kampanye Water for Timor dalam acara Summer in The Forest yang berlangsung pada 4-5 Juli 2026. Kegiatan ini ingin menegaskan anak-anak adalah masa depan bangsa dan punya hak dasar untuk tinggal di lingkungan yang baik.

Direktur Nasional Wahana Visi Indonesia Angelina Theodora menyampaikan Water for Timor adalah bagian dari upaya menghadirkan akses air dan sanitasi yang lebih dekat dan lebih layak ke rumah anak-anak di Timor Tengah Selatan.

"Agar mereka tidak perlu berjalan selama dua jam hanya untuk mengambil air ke mata air di desa mereka. Ini merampas waktu belajar dan bermain lebih untuk mereka. Kami berterima kasih kepada semua pihak yang mendukung kami untuk mewujudkan hidup yang lebih baik untuk anak-anak di Timor Tengah Selatan," ujar Theodora dalam keterangan resmi yang dikutip Senin, 6 Juli 2026.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2025, baru 70,72 persen rumah tangga yang memiliki akses sanitasi layak di Kabupaten TTS. Kemudian, 75,48 persen rumah tangga yang memiliki akses air minum layak krisis air bersih.

Kondisi ini dinilai menegaskan pentingnya intervensi untuk meningkatkan akses air bersih dan sanitasi guna membangun kelangsungan hidup yang lebih baik bagi anak-anak dan masyarakat tersebut.

Mengundang partisipasi masyarakat

Kehadiran Wahana Visi Indonesia di Summer in The Forest juga melibatkan figur publik seperti Reda Gaudiamo dan Han Chandra dalam bentuk storytelling session dan drawing workshop. Selain itu, ada AstroX Band, Komunitas Kak Mul DI SINI!, dan puppet show dari BPK Gunung Mulia. 

Kegiatan ini merupakan wadah kreatif dan positif untuk mengundang partisipasi masyarakat dalam membantu mengatasi isu air dan sanitasi di Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT.

Kelas storytelling bersama Reda Gaudiamo. Foto: Dok Wahana Visi Indonesia.

Penulis sekaligus penyanyi, Reda Gaudiamo, berharap warga bisa menikmati cerita dan gembira mendengarkannya. Kegiatan ini juga diharapkan bisa membuka mata bagi seluruh pihak terkait kondisi anak-anak di Timor Tengah Selatan. 

"Saya berharap anak-anak di sana juga bisa menikmati masa kanak-kanak mereka , bertumbuh dan belajar dengan baik, serta bisa mendapatkan akses air bersih dan sanitasi yang layak," ungkao Reda Gaudiamo.

Wahana Visi Indonesia (WVI) merupakan organisasi kemanusiaan yang fokus pada pemberdayaan anak, keluarga, dan masyarakat yang paling rentan.

(Arga Sumantri)