Kemendag: Transaksi UMKM BISA Ekspor Capai USD347 Juta

Mendag Budi Santoso. Foto: dok Biro Humas Kemendag.

Kemendag: Transaksi UMKM BISA Ekspor Capai USD347 Juta

Husen Miftahudin • 26 September 2026 11:49

Jakarta: Program Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Berani Inovasi, Siap Adaptasi Ekspor (UMKM BISA Ekspor) mencatat nilai transaksi sebesar USD347 juta sepanjang Januari hingga Agustus 2026.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan sekitar 60 persen UMKM yang mengikuti program tersebut belum pernah melakukan kegiatan ekspor sebelumnya.

"Sekarang Januari-Agustus itu sudah 347 juta dolar AS. Ini Januari-Agustus. Dan ini kebanyakan, atau 60 persen UMKM ini belum pernah ekspor," ujar Budi di Kota Tangerang, Banten, dikutip dari Antara, Sabtu, 26 September 2026.

Budi mengimbau pelaku usaha muda, termasuk mahasiswa, tidak ragu memanfaatkan program UMKM BISA Ekspor. Menurutnya, sebagian besar peserta program belum memiliki pengalaman ekspor sebelumnya. "Yang penting kita harus konsisten," kata Budi.

Program UMKM BISA Ekspor merupakan program Kementerian Perdagangan (Kemendag) yang ditujukan untuk membantu pelaku usaha memperoleh akses ke pasar luar negeri.
 

 

UMKM dapat akses perwakilan perdagangan


Melalui program tersebut, pelaku UMKM dapat mempresentasikan produknya kepada perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri, termasuk Atase Perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC).

Perwakilan perdagangan kemudian membantu mencari calon pembeli untuk melanjutkan proses penjajakan bisnis. Fasilitasi ekspor melalui program UMKM BISA Ekspor didukung jaringan 46 perwakilan perdagangan Indonesia yang tersebar di 33 negara.

Melalui jaringan tersebut, pelaku UMKM dapat memperoleh informasi mengenai pasar tujuan serta kesempatan bertemu dengan calon pembeli untuk membuka peluang transaksi ekspor.


(UMKM. Foto: dok Metrotvnews.com)
 

E-commerce jadi pintu masuk pasar ekspor


Budi juga mendorong pemanfaatan platform perdagangan elektronik sebagai salah satu pintu masuk UMKM ke pasar ekspor. Menurut dia, transaksi ritel dengan konsumen di negara lain dapat menjadi tahap awal untuk memperkenalkan produk ke pasar internasional.

Transaksi yang semula dilakukan dalam jumlah satuan juga berpeluang berkembang menjadi transaksi antarpelaku usaha atau business-to-business (B2B) jika produk tersebut menarik minat importir.

Sebelumnya, pada Juli 2026, Budi menyampaikan optimisme nilai transaksi UMKM BISA Ekspor dapat mencapai sekitar USD300 juta sepanjang tahun ini. Hingga Agustus 2026, nilai transaksi yang tercatat telah mencapai USD347 juta.

(Husen Miftahudin)