Mengenal Jembatan Cikubang: Jembatan Kereta Api Terpanjang di Indonesia

Jembatan Cikubang. (Sumber: @KAI121 - Faris Alfi)

Mengenal Jembatan Cikubang: Jembatan Kereta Api Terpanjang di Indonesia

Lukman Diah Sari • 22 September 2026 14:47

Jakarta: Buat yang sering bepergian naik kereta api rute Jakarta-Bandung, pasti tak asing dengan pemandangan jurang dan perbukitan yang membentang di sepanjang perjalanan. Salah satu perlintasan ikonis yang dilewati kereta api pada rute tersebut adalah Jembatan Cikubang, jembatan kereta api aktif terpanjang di Indonesia.

Membentang sepanjang 300 meter, Jembatan Cikubang memegang predikat sebagai jembatan kereta api aktif terpanjang di Indonesia. Jembatan penghubung kota Bandung dan Jakarta ini berlokasi di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Jembatan ini berdiri kukuh setinggi 80 meter dari dasar Sungai Cikubang yang mengalir persis di bawahnya.

Sejarah Panjang dari Abad ke-20

Jembatan ini bermula dari megaproyek perusahaan kereta api negara era kolonial, Staatsspoorwegen (SS). Pembangunan jembatan ini berkaitan erat dengan proyek jalur kereta api Cikampek-Purwakarta-Bandung yang sudah digarap sejak tahun 1881–1884.

Pada 27 Desember 1902, SS meresmikan jalur kereta api Karawang-Purwakarta. Dua tahun berselang, mereka mengebut pembangunan jalur Purwakarta-Padalarang sepanjang 56 kilometer. Karena jalurnya banyak melewati lereng gunung, SS membangun beberapa jembatan penghubung. Terdapat sekitar delapan jembatan yang dibangun, dengan tiga di antaranya merupakan jembatan panjang, yakni Cikubang, Cibisoro, dan Cisomang.

Suasana Jembatan Cikubang sekitar tahun 1910. (Sumber: Tropenmuseum.nl)

Fakta uniknya, material besi Jembatan Cikubang didatangkan langsung dari Eropa yang dikapalkan menuju Pelabuhan Tanjung Priok dan Pelabuhan Cilacap. Proses pembangunannya sempat mengalami kendala akibat keterlambatan pengiriman besi hingga hampir delapan bulan. Tapi pada akhirnya, tepat 2 Mei 1906, Jembatan Cikubang resmi dibuka untuk umum bersamaan dengan peresmian jalur Purwakarta-Padalarang.

Spesifikasi Jembatan 

Secara teknis, Jembatan Cikubang ditopang oleh empat pilar baja seberat sekitar 110 ton. Berdasarkan jenisnya, jembatan ini termasuk jembatan dinding, yakni muatan tidak dipikulkan langsung pada rasuk-rasuknya melainkan melalui perantaraan rasuk memanjang dan rasuk melintang kepada rasuk-rasuknya. Rangkanya menggunakan lantai lintas di atas (vakwerkwandbrug met bovengelegen rijvloer) dengan panjang bentang 12–50 meter serta memiliki ukuran panjang 3x20 + 2x(3x30) + 3x20 meter.

Seiring berjalannya waktu, jembatan legendaris ini tentu butuh perawatan agar tetap sanggup menahan laju kereta. Pada dekade 1950-an, Djawatan Kereta Api (cikal bakal PT KAI) melakukan penguatan struktur jembatan di Jawa. Tepatnya pada tahun 1953, DKA menambahkan struktur jembatan berupa lengkungan logam setengah lingkaran di sepanjang rel pada bagian bawah bantalan.


Proses pembangunan Jembatan Cikubang. (Sumber: KITLV)

Nggak cuma itu, DKA juga meningkatkan kapasitas kekuatan muatannya di Stasiun Cikubang. Dari yang awalnya dirancang menahan beban terbagi rata 5,55 t/m (Rencana Muatan 1911), ditingkatkan menjadi 8,75 t/m (Rencana Muatan 1921).

Sampai hari ini, Jembatan Cikubang masih berdiri kukuh dan aktif digunakan. Berada di bawah naungan Daerah Operasi (Daop) II Bandung, jembatan ini setiap harinya rutin dilewati oleh kereta api jarak jauh yang melayani jurusan Jakarta-Bandung maupun Jakarta-Purwokerto melalui Bandung.

Sumber: Laman dan media sosial resmi PT KAI 
*Pengerjaan artikel ini melibatkan peran kecerdasan buatan (artificial intelligence) dengan kontrol penuh tim redaksi.

(Lukman Diah Sari)