CEO Indodax William Sutanto. Foto: dok Indodax.
Industri Kripto Indonesia Kini Jadi Bagian dari Ekosistem Keuangan Digital
Husen Miftahudin • 16 May 2026 11:31
Jakarta: Menjelang peringatan Bitcoin Pizza Day pada 22 Mei mendatang, industri kripto di Indonesia kini telah berkembang dari sekadar eksperimen teknologi menjadi bagian dari ekosistem keuangan digital yang semakin matang, teregulasi, dan mendapat kepercayaan luas dari masyarakat.
CEO Indodax William Sutanto mengatakan pertumbuhan jumlah member yang hampir mencapai 10 juta tidak hanya menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap aset digital, tetapi juga meningkatnya kebutuhan terhadap platform perdagangan kripto yang mengedepankan keamanan, transparansi, dan kepatuhan terhadap regulasi.
"Perjalanan industri kripto hari ini sudah sangat berbeda dibanding satu dekade lalu. Jika dahulu fokus utamanya adalah akses dan adopsi, kini industri bergerak menuju fase yang lebih matang dengan menempatkan kepercayaan dan perlindungan pengguna sebagai prioritas utama," ujar William seperti dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu, 16 Mei 2026.
Bitcoin Pizza Day sendiri merupakan momen historis dalam industri kripto global yang merujuk pada transaksi pembelian dua loyang pizza menggunakan Bitcoin pada tahun 2010. Transaksi ini adalah tonggak sejarah, pertama kali Bitcoin memiliki nilai ekonomi di dunia nyata.
Dari peristiwa tersebut, kripto berkembang menjadi instrumen digital dengan tingkat adopsi yang terus meningkat secara global, termasuk di Indonesia. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Maret 2026, jumlah pengguna kripto nasional telah mencapai 21,37 juta pengguna. Dari jumlah tersebut, hampir separuhnya atau sekitar 46,5 persen merupakan member Indodax.
Menurut William, pertumbuhan industri juga diikuti oleh perubahan standar operasional yang semakin ketat. Seiring bertambahnya jumlah pengguna dan hadirnya pengawasan industri kripto melalui Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK), pelaku industri dituntut untuk meningkatkan tata kelola, transparansi, serta sistem keamanan yang lebih komprehensif.
Dalam hal ini, lanjut dia, aspek Know Your Customer (KYC) Hygiene menjadi salah satu fondasi penting untuk meminimalkan risiko penyalahgunaan identitas, fraud digital, hingga ancaman siber yang semakin kompleks di era digital saat ini.
"Dalam industri yang terus berkembang, keamanan tidak lagi hanya berbicara soal perlindungan aset, tetapi juga perlindungan identitas digital pengguna. Karena itu, praktik KYC Hygiene dan penguatan sistem keamanan menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem kripto yang sehat dan berkelanjutan," lanjut William.
| Baca juga: Bentuk Mitigasi Risiko, Dana Perlindungan Pengguna Aset Kripto Dinilai Penting |

(Ilustrasi pergerakan harga aset kripto. Foto: dok KBI)
Sediakan PoR sebagai bentuk akuntabilitas
Sejalan dengan meningkatnya standar transparansi industri, Indodax juga menyediakan Proof of Reserves (PoR) sebagai salah satu bentuk akuntabilitas perusahaan terhadap member. Melalui sistem ini, aset pengguna dapat diverifikasi secara berkala untuk memastikan ketersediaan dana yang tersimpan di platform tetap terjaga secara transparan.
Langkah ini, menurut William, menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan publik sekaligus mendorong penerapan standar operasional industri aset digital yang berorientasi pada perlindungan pengguna.
Selain itu, Indodax juga terus memperluas pilihan aset digital yang dapat diperdagangkan di platform guna mendukung kebutuhan pengguna yang semakin beragam. Saat ini, tersedia lebih dari 500 aset kripto, termasuk aset terbaru berbasis Real World Assets (RWA) seperti Tokenized Stocks.
Kehadiran berbagai pilihan aset tersebut diharapkan dapat memberikan alternatif diversifikasi portofolio yang lebih luas seiring berkembangnya minat dan pemahaman masyarakat terhadap investasi aset digital.