Penyelaman Gua di Maladewa Berujung Tragis, 5 Turis Italia Tewas

Ilustrasi: Medcom.id

Penyelaman Gua di Maladewa Berujung Tragis, 5 Turis Italia Tewas

Muhammad Reyhansyah • 15 May 2026 15:29

Male: Kementerian Luar Negeri Italia di Roma mengatakan, lima warganya tewas dalam kecelakaan scuba diving di Maladewa.

"Kami meyakini para penyelam meninggal saat mencoba menjelajahi gua pada kedalaman 50 meter," kata kementerian tersebut, seraya menambahkan insiden terjadi di Vaavu Atoll.

Mengutip BBC, Jumat, 15 Mei 2026, militer Maladewa mengatakan satu jenazah ditemukan di dalam gua pada kedalaman sekitar 60 meter di bawah laut, sementara empat penyelam lainnya diyakini berada di lokasi yang sama.

Pihak militer menyebut tim penyelam dengan perlengkapan khusus telah dikirim ke area tersebut dan menggambarkan operasi pencarian sebagai misi berisiko sangat tinggi.

Insiden ini diyakini menjadi kecelakaan menyelam tunggal paling mematikan di negara kepulauan Samudra Hindia tersebut yang terkenal sebagai destinasi wisata dengan gugusan pulau karangnya.

Media lokal melaporkan kelima warga Italia itu memasuki air pada Kamis pagi. Awak kapal penyelam yang mereka tumpangi kemudian melaporkan mereka hilang setelah tidak muncul kembali ke permukaan.

Polisi mengatakan cuaca di wilayah tersebut sedang buruk. Lokasi kejadian berada sekitar 100 kilometer di selatan ibu kota Male. Peringatan kuning juga dikeluarkan untuk kapal penumpang dan nelayan.

Korban Termasuk Profesor Biologi Kelautan

Universitas Genoa kemudian menyatakan para korban termasuk seorang profesor biologi kelautan, putrinya, serta dua peneliti muda.

Dalam pernyataan di X, universitas tersebut menyampaikan "belasungkawa terdalam" kepada para korban.

Kecelakaan menyelam dan snorkeling tergolong jarang terjadi di Maladewa, meski beberapa insiden fatal pernah dilaporkan dalam beberapa tahun terakhir.

Pada Desember lalu, seorang penyelam perempuan asal Inggris yang berpengalaman meninggal dalam insiden scuba diving di dekat resor pulau Ellaidhoo. Suaminya meninggal lima hari kemudian setelah jatuh sakit.
Pada 2024, seorang anggota parlemen Jepang juga meninggal saat snorkeling di Lhaviyani Atoll.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)