Presiden Siapkan Giant Sea Wall Jadi Penggerak Ekonomi Baru

Menko bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono. Foto: Metro TV/Kautsar

Presiden Siapkan Giant Sea Wall Jadi Penggerak Ekonomi Baru

Kautsar Widya Prabowo • 12 May 2026 23:49

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas terkait infrastruktur pada Selasa, 12 Mei 2026. Salah satu fokus pembahasan, ialah progres persiapan pembangunan giant sea wall atau tanggul laut raksasa yang membentang di sepanjang Pantai Utara Jawa (Pantura).

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menegaskan tujuan proyek strategis nasional itu. Tak hanya melindungi masyarakat pesisir dari ancaman banjir rob dan penurunan muka tanah, tetapi menjaga pusat-pusat ekonomi nasional di kawasan Pantura.

Giant sea wall menyelamatkan belasan bahkan puluhan juta masyarakat di Pantura, sekaligus juga ekonominya karena banyak sekali sentra industri dan kawasan ekonomi khusus yang ada di sana,” ujar AHY dalam konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa, 12 Mei 2026.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani memastikan pembangunan giant sea wall juga diarahkan untuk menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru. Pemerintah saat ini tengah mengkaji berbagai titik strategis yang dinilai mampu mendorong investasi dan meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat.
 


“Jadi tidak hanya dibangun giant sea wall-nya aja, tapi juga titik-titik untuk meningkatkan ekonomi, meningkatkan investasi, dan juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian. Itu kita sedang melihat dan juga memberikan masukan, dan juga melakukan pengkajiannya,” ujar Rosan.


Menko bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono. Foto: Metro TV/Kautsar

Sementara itu, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan sekaligus Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BPPOJ), Didit Herdiawan Ashaf menjelaskan pemerintah saat ini tengah melakukan pendalaman terhadap 15 segmen kawasan pesisir utara Jawa. Menurut dia, setiap segmen memiliki karakteristik wilayah serta tantangan sosial dan ekonomi yang berbeda.

“Memang di daerah tersebut terdapat kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh masyarakat. Justru dengan masalah mitigasi dan sosek ini yang akan kita dampingkan nanti di dalam rangka pelaksanaan kegiatan pembangunan,” ujar Didit.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(M Sholahadhin Azhar)