Indonesia–Filipina Sepakat Perkuat Kerja Sama Strategis Lintas Sektor

Menteri Luar Negeri RI, Sugiono. Foto: Metrotvnews.com

Indonesia–Filipina Sepakat Perkuat Kerja Sama Strategis Lintas Sektor

Muhammad Reyhansyah • 23 April 2026 14:53

Jakarta: Indonesia dan Filipina sepakat memperkuat kerja sama bilateral di berbagai sektor strategis, mulai dari ekonomi, energi, hingga pertahanan.

Kesepakatan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, dalam joint press statement bersama Menteri Luar Negeri Filipina, Theresa Lazaro, usai pertemuan ke-8 Joint Commission for Bilateral Cooperation (JCBC) Indonesia–Filipina di Kementerian Luar Negeri, Kamis, 23 April 2026.

Menlu Sugiono mengatakan kedua negara telah menyepakati sejumlah langkah konkret untuk meningkatkan kemitraan bilateral. “Hari ini kami membahas langkah-langkah konkret untuk semakin memperkuat kerja sama bilateral di berbagai sektor strategis,” ujarnya.

Di bidang ekonomi, Indonesia dan Filipina sepakat memperkuat kolaborasi melalui penggunaan mata uang lokal (local currency settlement), penguatan sistem pembayaran QR, serta peningkatan konektivitas antar kota perbatasan seperti Manado, Bitung, Davao, dan General Santos.

Sementara itu, di sektor energi, kedua negara yang merupakan produsen nikel terbesar dunia menegaskan komitmen untuk memperkuat kerja sama dalam pengembangan mineral kritis.

“Kami menyambut kemajuan kemitraan mineral kritis, termasuk Nickel Alliance, untuk membangun rantai pasok global yang lebih tangguh,” kata Menlu Sugiono.

Dalam bidang politik dan keamanan, kedua negara juga sepakat memperkuat kerja sama maritim, meningkatkan pengelolaan perbatasan, serta mempercepat pembahasan delimitasi landas kontinen berdasarkan hukum internasional. Selain itu, kerja sama industri pertahanan juga akan diperkuat, termasuk melalui pengadaan alutsista buatan Indonesia.

“Kami juga sepakat meningkatkan kolaborasi industri pertahanan, termasuk melalui pengadaan peralatan pertahanan buatan Indonesia,” ujar Menlu Sugiono.


Penyelesaian Warga Keturunan

Di bidang konsuler, kedua negara mencatat kemajuan dalam penyelesaian isu warga keturunan Indonesia dan Filipina. Menlu Sugiono menyebut proses registrasi dan identifikasi telah dilakukan terhadap ribuan warga keturunan Indonesia dan Filipina.

“Kalau saya tidak salah jumlahnya ada sekitar 8.000 yang Indonesia descent, dan sekitar 10 persen atau sekitar 800 merupakan Filipino descent,” jelasnya.

Ia menambahkan, kedua negara akan memastikan pemenuhan hak-hak mereka sesuai dengan kewarganegaraan masing-masing.

“Yang kemudian nanti kita akan berikan hak-haknya sesuai dengan kewarganegaraan masing-masing,” tegasnya.

Isu Global

Selain kerja sama bilateral, kedua negara juga bertukar pandangan terkait isu kawasan dan global, termasuk pentingnya menjaga perdamaian dan stabilitas di Laut China Selatan berdasarkan hukum internasional, khususnya UNCLOS 1982.

Keduanya juga menekankan pentingnya proses politik yang inklusif di Myanmar guna mendukung perdamaian jangka panjang dan stabilitas kawasan.

Menlu Sugiono menilai hubungan Indonesia dan Filipina terus berkembang menjadi semakin kuat dan strategis.

“Hubungan Indonesia-Filipina terus tumbuh semakin kuat dan strategis. Kekuatan kita terletak pada persatuan, dan kita akan terus melangkah bersama sebagai tetangga dekat dan mitra terpercaya,” pungkasnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)