NTB Dapat Bantuan 11 Sapi Kurban dari Presiden Prabowo

Sapi kurban. Foto: dok BAZNAS.

NTB Dapat Bantuan 11 Sapi Kurban dari Presiden Prabowo

Silvana Febiari • 27 April 2026 14:53

Mataram: Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mendapatkan bantuan 11 ekor sapi kurban dari Presiden Prabowo Subianto pada Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Sapi bantuan presiden itu diberikan masing-masing satu ekor untuk kabupaten/kota di NTB, dan satu sapi untuk Provinsi NTB.

"Jadi, bantuan sapi Presiden Prabowo satu diberikan untuk provinsi dan masing-masing kabupaten kota dapat satu, sehingga jumlah yang kita dapatkan 11 ekor," ujar Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB Amir, dilansir dari Antara, Senin, 27 April 2026. 

Penetapan lokasi pemotongan hewan kurban oleh masing-masing kabupaten/kota telah ditentukan dan daftarnya sudah dikirimkan ke Sekretariat Negara (Setneg). Terkait bobot sapi bantuan presiden, Amir mengatakan yang dipilih adalah sapi dengan ukuran paling besar dan terberat di setiap daerah.

"Dari hasil survei itu terberat di atas 900 kilogram," ucapnya.
 


Amir menambahkan untuk sapi bantuan presiden yang diberikan ke Pemprov NTB sesuai arahan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal diserahkan untuk dipotong di Masjid Al Hidayah, Kabupaten Bima.

"Kenapa Masjid Al Hidayah, karena pak gubernur ingin untuk provinsi digilir di kabupaten/kota. Kebetulan beberapa kali kunjungan presiden ke NTB salat di sana (Masjid Al Hidayah) dari kunjungan Jokowi, sebelumnya SBY dan Prabowo," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) NTB Muhammad Riadi mengatakan pihaknya sudah melakukan penilaian calon sapi kurban bantuan presiden di masing-masing kabupaten/kota. Masing-masing kabupaten/kota mengusulkan tiga calon sapi kurban, kemudian dipilih satu ekor.

"Masing-masing kabupaten itu dapat satu ekor, kemudian provinsi satu ekor. Jadi, NTB dapat hewan kurban bantuan presiden itu sebanyak 11 ekor," ujarnya.

Riadi mengakui Tim Disnakeswan bersama Biro Kesra Setda NTB telah melakukan penilaian ke kabupaten/kota. Setelah itu, diajukan ke Setneg untuk ditetapkan.


Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB, Amir dikonfirmasi wartawan di Mataram, Senin, 27 April 2026. ANTARA/Nur Imansyah.


Dia mengungkapkan bobot sapi bantuan presiden yang paling berat mencapai 1,007 ton dari peternak di Kabupaten Lombok Utara. "Paling berat itu dari Lombok Utara, ada 1 ton 7 kilogram. Itu yang paling berat sementara data yang masuk," tutur Riadi.

Terkait harga sapi dengan bobot paling berat yang berasal dari Lombok Utara, Riadi menyebutkan peternak menawarkan harga Rp200 juta. Namun, harga tersebut masih berpeluang turun karena akan melalui proses negosiasi oleh Setneg, termasuk perhitungan biaya mobilisasi sapi kurban.

"Kalau itu (harga) ditetapkan Setneg nanti bukan kita, kita hanya mengusulkan saja dan mencoba bernegosiasi kalau harganya di luar kewajaran," imbuhnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)