Pemprov Banten Gratiskan Biaya Pendidikan 10.000 Siswa MA Swasta

Gubernur Banten Andra Soni (tengah) meninjau pelaksanaan SPMB di SMAN 1 Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Senin (22/6/2026). ANTARA/Mansur

Pemprov Banten Gratiskan Biaya Pendidikan 10.000 Siswa MA Swasta

Whisnu Mardiansyah • 22 June 2026 12:35

Lebak: Pemerintah Provinsi Banten menggratiskan biaya pendidikan bagi 10.000 siswa dan siswi madrasah aliah (MA) swasta. Langkah ini diambil untuk membuka akses pendidikan seluas-luasnya bagi masyarakat di daerah setempat.

Gubernur Banten Andra Soni mengungkapkan program tersebut merupakan salah satu prioritas pemerintah provinsi pada tahun ini. Program ini menyasar pelajar madrasah aliah swasta yang selama ini belum sepenuhnya terjangkau oleh kebijakan pendidikan gratis dari pemerintah.

"Kita tahun ini memprogramkan gratis untuk sekolah MA swasta sebanyak 10.000 siswa siswi itu," ujar Andra Soni saat meninjau pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMAN 1 Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, seperti dilansir Antara, Senin, 22 Juni 2026.

Pemerintah Banten saat ini berkomitmen membuka akses pendidikan secara luas. Tujuannya agar setiap anak mendapatkan pendidikan yang baik dan berkeadilan.

Andra Soni menjelaskan pendidikan menjadi kebutuhan mendasar bagi kehidupan. Melalui pendidikan, sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berkarakter dapat dicetak.
 



Oleh karena itu, Pemprov Banten memprogramkan sekolah gratis guna menekan angka putus sekolah di wilayah tersebut. Saat ini, pemerintah provinsi menjalin kerja sama dengan 801 sekolah swasta tingkat SMA, SMK, dan sekolah khusus (SKh) dalam program sekolah gratis. Sasaran penerima manfaat program tersebut mencapai 60.705 siswa.

Andra Soni menyampaikan program sekolah gratis telah berjalan sejak 2025. Pada tahun ini, pemerintah menambah kuota sebanyak 10.000 siswa dan siswi MA swasta.

"Kami berharap program sekolah gratis ini bisa dikawal dengan sebaik-baiknya," kata Andra Soni.

Menurut gubernur, pelaksanaan SPMB di Provinsi Banten secara umum berjalan lancar, termasuk di SMAN 1 Rangkasbitung. Ia meminta masyarakat segera melapor jika menemukan indikasi kecurangan dalam proses SPMB.

"Kita berharap pelaksanaan SPMB di Banten objektif, transparan, dan berkeadilan," ujar Andra Soni.



Gubernur Banten, Andra Soni, di Serang, Sabtu. ANTARA/HO-Pemprov Banten


Pelaksana Tugas Kepala SMAN 1 Rangkasbitung Heri Fasa menyatakan pelaksanaan SPMB di sekolahnya berjalan baik dan transparan. Proses penerimaan mencakup berbagai jalur, mulai dari persyaratan domisili, wilayah, afirmasi, akademisi, hingga nonakademisi.

"Kita menerima tahun ajaran 2026/2027 sebanyak 214 siswa siswi," kata Heri Fasa.

Sejumlah masyarakat Rangkasbitung mengapresiasi kebijakan Gubernur Banten yang menggratiskan 10.000 siswa dan siswi MA swasta.

"Kami merasa lega kebijakan Gubernur Banten Andra Soni memperhatikan pendidikan berbasis madrasah," ujar Dedi, mantan Kepala Sekolah MA Wasilahtul Falah Rangkasbitung.

(Whisnu M)