159 Desa dan Kelurahan di Riau Masuk Zona Rawan Karhutla

Ilustrasi: Pemadaman karhutla oleh Manggala Agni di Provinsi Riau. ANTARA/HO-Manggala Agni

159 Desa dan Kelurahan di Riau Masuk Zona Rawan Karhutla

Lukman Diah Sari • 14 August 2026 23:57

Pekanbaru: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau mencatat sebanyak 159 desa dan kelurahan masuk dalam daftar rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ratusan wilayah yang berpotensi menyumbang titik api tersebut tersebar di 65 kecamatan pada 12 kabupaten dan kota se-Provinsi Riau.

"Saat ini daerah rawan karhutla di Provinsi Riau tersebar di 159 desa dan kelurahan. Semua itu tersebar di 65 kecamatan yang ada di 12 kabupaten dan kota," kata Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Riau, Edy Afrizal, di Pekanbaru, Jumat, 14 Agustus 2026, melansir Antara.

Edy merinci sebaran desa rawan karhutla terbanyak berada di Kabupaten Rokan Hilir dengan 35 desa, disusul Indragiri Hilir (28 desa), Pelalawan (22 desa), dan Bengkalis (16 desa). Sementara itu, wilayah lainnya meliputi Kepulauan Meranti (14), Siak (11), Dumai (11), Indragiri Hulu (11), Kampar (4), Pekanbaru (4), Kuantan Singingi (2), dan Rokan Hulu (2).

Ia mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau telah menetapkan status Siaga Darurat Karhutla terhitung mulai 13 Februari hingga 30 November 2026. Penetapan status ini menjadi landasan penguatan mitigasi bencana di seluruh wilayah kabupaten dan kota se-Provinsi Riau.

"Di tengah potensi fenomena El Nino dan meningkatnya ancaman karhutla, penyampaian informasi publik mengenai prakiraan cuaca regional dan lokal perlu semakin diintensifkan. Manajemen perusahaan juga diharapkan lebih aktif memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) maupun platform informasi cuaca lainnya," ujar Edy.


Tim Daops Manggala Agni XIV/Banyuasin sedang memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa KTM Rambutan, Ogan Ilir, Sumsel, Kamis (13/8/2026). ANTARA/Ahmad Rafli Baiduri

Sementara itu, pada Jumat, 14 Agustus 2026, BMKG Stasiun Pekanbaru mendeteksi 489 titik panas (*hotspot*) di wilayah Sumatra. Dari jumlah tersebut, 46 di antaranya berada di Provinsi Riau.

Titik panas terbanyak di Riau terdapat di Kabupaten Bengkalis (16), disusul Pelalawan (11), Kuantan Singingi (5), Kampar (5), Rokan Hulu (4), Rokan Hilir (2), Siak (2), dan Indragiri Hilir (1).

Secara keseluruhan di Pulau Sumatra, titik panas terbanyak berada di Sumatra Selatan (189), diikuti Lampung (116), Riau (46), Bengkulu (32), Sumatra Utara (27), Sumatra Barat (26), Jambi (24), dan Bangka Belitung (20).

(Lukman Diah Sari)