Kerusakan bangunan yang terdampak gempabumi M7,7 di Kabupaten Manggarai Timur. (Sumber : BPBD Kabupaten Manggarai Timur)
Dari Kerusakan hingga Trauma, Warga Maumere Menanti Aktivitas Kembali Normal
Willy Datus Nai • 15 August 2026 21:12
Sikka: Gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pagi tadi masih menyisakan trauma bagi sebagian warga Kabupaten Sikka. Aktivitas warga hingga malam ini belum sepenuhnya kembali normal hingga sejumlah pertokoan masih tutup.
"Padahal Pemerintah Daerah (Gubernur NTT) meminta toko sembako kembali membuka usahanya agar kebutuhan warga tetap terpenuhi. Namun hingga sore dan malam hari, suasana pertokoan sepi," kata salah seorang warga Maumere, Kabupaten Sikka, Ignasius Nong Selves Mana, Sabtu, 15 Agustus 2026.
Selves menambahkan gempa yang terjadi pagi tadi di kawasan Pelabuhan Lorens Say Maumere membangkitkan kembali trauma akibat gempa besar tahun 1992. Saat gempa 1992, ia bahkan sempat menyelamatkan diri dengan melompat dari lantai tiga di Seminari Tinggi Santo Petrus Ritapiret. Pengalaman itu kembali terbayang ketika merasakan guncangan gempa pagi tadi.
Kerusakan bangunan yang terdampak gempabumi M7,7 di Kabupaten Manggarai Timur. (Sumber : BNPB)
"Saya rasa trauma sampai sekarang, mungkin karena pengalaman gempa tahun 92," jelasnya dalam tayangan Prime Time News.
Kini warga Maumere menghadapi dampak kerusakan dan terganggunya aktivitas ekonomi, warga juga harus berhadapan dengan trauma yang kembali muncul. Bagi mereka, pemulihan pascagempa bukan hanya soal membangun kembali bangunan yang rusak, tetapi juga mengembalikan rasa aman yang sempat hilang.