Ilustrasi citra udara IPC TPK Area Jambi. Dokumentasi/ IPC TPK.
Distribusi Barang Meningkat, Terminal Peti Kemas Jambi Catat Pertumbuhan Positif
Deny Irwanto • 20 April 2026 18:30
Jakarta: Aktivitas logistik di wilayah Jambi menunjukkan tren positif menjelang Hari Raya Idulfitri 2026. Arus peti kemas di IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Area Jambi tercatat mengalami pertumbuhan signifikan pada Maret 2026, seiring meningkatnya distribusi barang untuk kebutuhan masyarakat dan industri.
Berdasarkan data operasional, volume throughput mencapai 2.775 TEUs pada Maret 2026, meningkat 22,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebesar 2.265 TEUs. Peningkatan ini mencerminkan mobilitas logistik yang semakin dinamis di wilayah tersebut.
Struktur ekspor Jambi yang didominasi sektor industri dan komoditas unggulan seperti turunan kelapa sawit, karet, serta produk kehutanan menjadi faktor pendorong meningkatnya aktivitas logistik di daerah tersebut.
"Pertumbuhan ini mencerminkan upaya kami dalam memastikan operasional yang andal, mempercepat layanan bongkar muat, serta memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan," kata Manager Operasi IPC TPK Area Jambi, Wedhar Tani Aji, dalam keterangan pers, Senin, 20 April 2026.
Secara operasional, lonjakan arus peti kemas pada Maret didorong oleh peningkatan volume petikemas domestik. Distribusi komoditas semen meningkat seiring dengan masifnya pembangunan infrastruktur di wilayah Jambi.

Ilustrasi citra udara IPC TPK Area Jambi. Dokumentasi/ IPC TPK.
Selain itu, pengiriman kebutuhan pokok seperti beras, tepung, serta makanan dan minuman juga mengalami kenaikan, sejalan dengan meningkatnya permintaan menjelang Lebaran.
Di sisi lain, tren impor yang didominasi oleh mesin dan peralatan industri menunjukkan bahwa aktivitas produksi dan pembangunan tetap berjalan positif. Kondisi ini turut mendorong kebutuhan layanan logistik yang efisien dan andal.
Untuk menjaga momentum tersebut, IPC TPK Area Jambi terus memperkuat kesiapan operasional melalui peningkatan kompetensi sumber daya manusia serta optimalisasi peralatan bongkar muat. Langkah ini dilakukan guna memastikan seluruh aktivitas terminal berjalan lancar dan sesuai standar layanan.
"Kami memandang terminal petikemas Jambi bukan hanya sebagai titik bongkar muat, tetapi sebagai enabler pertumbuhan ekonomi. Dengan kesiapan layanan yang terus kami tingkatkan, kami optimistis dapat mendukung kelancaran arus logistik sekaligus memperkuat daya saing ekonomi daerah dan nasional," jelas Wedhar.
Peningkatan arus peti kemas ini menjadi indikator positif yang menunjukkan peran strategis sektor logistik dalam menopang pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di tengah meningkatnya kebutuhan distribusi barang menjelang momentum hari besar nasional.