Bantah Klaim Trump, Iran Tolak Serahkan Material Nuklirnya ke AS

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei. (Anadolu Agency)

Bantah Klaim Trump, Iran Tolak Serahkan Material Nuklirnya ke AS

Dimas Chairullah • 18 April 2026 15:46

Teheran: Pemerintah Iran membantah keras klaim Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengenai rencana pemindahan material nuklir berupa uranium yang telah diperkaya ke pihak AS.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei menegaskan bahwa material nuklir tersebut tidak akan menjadi bagian dari kompromi dalam proses negosiasi.

“Uranium Iran yang telah diperkaya tidak akan dipindahkan ke mana pun,” tegas Baqaei dalam siaran televisi pemerintah, dikutip India Today, Sabtu, 18 April 2026.

Klaim Trump dan Respons Iran

Bantahan ini muncul tak lama setelah Trump menyatakan bahwa AS akan mengambil alih sisa material nuklir Iran.

“AS akan mendapatkan semua ‘debu nuklir’ yang diciptakan oleh B-2 bombers kita,” tulis Trump di Truth Social.

Kepada Reuters, Trump juga mengatakan bahwa AS akan bekerja sama dengan Iran untuk memulihkan dan memindahkan uranium tersebut ke wilayah Amerika, dengan proses yang disebut akan dimulai “dalam waktu dekat” tanpa kompensasi finansial.

Status persediaan uranium Iran, yang diperkirakan mencapai lebih dari 900 pon dengan tingkat pengayaan hingga 60 persen, masih menjadi isu paling sensitif dalam perundingan kedua negara.

Washington menuntut jaminan bahwa Iran tidak akan mengembangkan senjata nuklir, sementara Teheran menegaskan programnya bertujuan damai untuk kepentingan sipil.

Negosiasi Berjalan di Tengah Tekanan

Meski terdapat perbedaan tajam, kedua pihak sebelumnya sempat menunjukkan optimisme terhadap peluang tercapainya kesepakatan.

Trump bahkan menyebut negosiasi berjalan positif dan berpotensi dilanjutkan dalam waktu dekat. Namun, di tengah proses tersebut, AS memastikan blokade laut terhadap kapal-kapal Iran tetap diberlakukan hingga tercapai kesepakatan final.

Sebagai respons, Iran memperingatkan akan mengambil “langkah balasan” jika tekanan tersebut terus berlanjut.

Baca juga:  Skenario Penyerahan Uranium Iran Bisa Jadi Terobosan Diplomasi

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)