Asbanda Dorong Transformasi Digital Simpeda di BPD

Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com

Asbanda Dorong Transformasi Digital Simpeda di BPD

Eko Nordiansyah • 22 August 2026 21:56

Bengkulu: Tabungan Simpeda memasuki babak baru. Dengan saldo mencapai sekitar Rp74,86 triliun per Juni 2026, produk tabungan bersama Bank Pembangunan Daerah (BPD) se-Indonesia tersebut terus diperkuat menjadi tabungan yang semakin digital, transaksional dan relevan dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. 

Ketua Umum Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) Agus H. Widodo mengatakan, pencapaian Simpeda bukan sekadar mencerminkan besarnya dana yang berhasil dihimpun BPD, tetapi terutama menunjukkan kepercayaan masyarakat kepada BPD di seluruh Indonesia. 

"Di belakangnya terdapat kepercayaan masyarakat. Dana tersebut dihimpun dari masyarakat, dikelola secara prudent oleh BPD, kemudian diintermediasikan kembali menjadi pembiayaan bagi masyarakat, UMKM dan dunia usaha untuk menggerakkan ekonomi daerah," ujar Agus dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 22 Agustus 2026.

Menurut Agus, tantangan Simpeda ke depan bukan hanya memperbesar jumlah rekening maupun saldo, tetapi membuat Simpeda semakin relevan. Asbanda mendorong BPD terus meningkatkan pengalaman digital Simpeda untuk pembayaran, transfer, belanja, transaksi merchant dan berbagai layanan finansial.

"Simpeda ke depan tidak cukup hanya menjadi tempat menabung. Kami ingin Simpeda semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat—semakin modern, semakin digital dan semakin mudah digunakan, tanpa kehilangan kekuatan utamanya, yaitu kedekatan dengan masyarakat daerah," kata Agus. 


(Malam Puncak Penarikan Undian Nasional Tabungan Simpeda Periode XXXVII di Bengkulu. Foto: Dok istimewa)

Transformasi menjadi tabungan digital

Transformasi tersebut sekaligus diharapkan semakin memperkuat Simpeda sebagai salah satu sumber dana ritel yang sehat dan berkelanjutan bagi BPD untuk mendukung fungsi intermediasi di daerah. Apalagi salah satu kekuatan Simpeda adalah keberadaannya sebagai produk bersama 27 BPD di seluruh Indonesia.

Masing-masing BPD memiliki pemahaman, kedekatan dan jaringan yang kuat di daerahnya. Ketika kekuatan tersebut semakin terkoneksi, Simpeda berpotensi berkembang menjadi salah satu retail banking franchise nasional berbasis kekuatan daerah. 

"Positioning yang ingin kita bangun sangat jelas. Simpeda berakar kuat di daerah, tetapi terhubung secara nasional. Kekuatan lokal 27 BPD jika semakin kita hubungkan akan menjadi kekuatan finansial nasional yang besar," ujar Agus. 

Asbanda akan terus mendorong penguatan inovasi produk, pengalaman digital, ekosistem merchant dan pembayaran, serta kualitas layanan sehingga Simpeda semakin relevan bagi berbagai segmen masyarakat, termasuk generasi muda. 

Sementara itu, sekitar 30 ribu masyarakat memadati rangkaian acara malam puncak. Kehadiran keluarga besar BPD dari berbagai wilayah Indonesia juga menciptakan aktivitas ekonomi bagi Bengkulu melalui sektor perhotelan, kuliner, transportasi, perdagangan, UMKM dan berbagai layanan lokal lainnya. 

"BPD lahir dari daerah dan tumbuh bersama daerah. Karena itu, setiap aktivitas BPD sedapat mungkin harus menciptakan manfaat dan ikut menggerakkan ekonomi masyarakat di daerah," katanya. 

Agus juga menegaskan bahwa Undian Nasional Simpeda merupakan bentuk apresiasi kepada nasabah, tetapi hubungan BPD dengan masyarakat harus dibangun jauh melampaui program hadiah. Selain itu, Asbanda optimistis transformasi Simpeda akan semakin memperkuat peran BPD. 

"Dana tumbuh dari masyarakat, dikelola oleh BPD, dan kembali kepada masyarakat untuk membangun daerah. Itulah kekuatan Simpeda. Dari daerah kita tumbuh bersama masyarakat, dan dengan kekuatan 27 BPD kita terhubung untuk membangun Indonesia," pungkas Agus. 

(Eko Nordiansyah)