Badai Dahsyat Hantam Latvia dan Lithuania, 2 Orang Tewas

Ilustrasi hujan badai. (Metrotvnews.com)

Badai Dahsyat Hantam Latvia dan Lithuania, 2 Orang Tewas

Willy Haryono • 23 August 2026 20:26

Riga: Sedikitnya dua orang tewas dan sekitar 500.000 orang kehilangan akses listrik setelah siklon kuat membawa hujan deras dan angin kencang menerjang Latvia dan Lithuania.

Andris Viksna dari Pusat Lingkungan, Geologi, dan Meteorologi Latvia mengatakan badai tersebut kemungkinan menjadi salah satu yang paling parah melanda Latvia dalam beberapa tahun terakhir berdasarkan dampaknya secara keseluruhan.

"Ini tampaknya menjadi badai paling parah di Latvia sejak 2005 dalam hal dampaknya secara keseluruhan," kata Viksna, seperti dikutip dari Irish News, Minggu, 23 Agustus 2026.

Di Jelgava, Latvia tengah, satu orang tewas pada Sabtu kemarin setelah sebagian bangunan runtuh. Sejumlah orang lainnya dilaporkan terluka di berbagai wilayah Latvia.

Kecepatan angin di Riga, ibu kota Latvia, melampaui 67 mil per jam atau sekitar 108 kilometer per jam pada Sabtu. Sejumlah stasiun pemantauan juga mencatat curah hujan yang mencapai sekitar setengah dari rata-rata bulanan hanya dalam satu hari.

Lebih dari 250.000 orang di Latvia kehilangan aliran listrik. Gangguan juga terjadi pada layanan komunikasi seluler.

Transportasi kereta api dan layanan publik lainnya ikut terdampak setelah pohon dan benda-benda lain tumbang ke jalur serta infrastruktur transportasi.

Bandara Riga mengatakan pada Minggu pagi bahwa sejumlah penerbangan berpotensi mengalami keterlambatan atau dialihkan akibat kondisi cuaca buruk sepanjang malam.

Lithuania dan Negara Baltik Lain Terdampak

Di negara tetangga, Lithuania, satu orang tewas setelah tertimpa pohon yang tumbang. Sejumlah orang lainnya terluka dan lebih dari 200.000 warga masih tanpa listrik pada Minggu pagi.

Angin kencang juga menerjang Estonia, terutama wilayah barat dan utara serta sejumlah pulau. Layanan feri menuju pulau-pulau di Estonia terganggu. Sejumlah kereta yang datang dari Latvia dan Lithuania juga mengalami keterlambatan.

Dampak badai turut dirasakan di Polandia timur laut. Lebih dari 100.000 orang dilaporkan kehilangan aliran listrik. Viksna mengatakan belum memungkinkan untuk menilai secara pasti kontribusi perubahan iklim terhadap kekuatan badai tersebut.

Namun, ia menilai terdapat kemungkinan perubahan iklim yang disebabkan aktivitas manusia telah memperkuat curah hujan yang menyertai siklon. Kondisi cuaca diperkirakan membaik pada Minggu dan sepenuhnya mereda paling lambat Senin.

Baca juga:  Badai Dahsyat Menerjang Eropa, 8 Orang Tewas

(Willy Haryono)