Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di area BAIC Tower serta lobi dan area drop-off Episode Gading Serpong. Dokumentasi/ istimewa.
Ketika Semangat Kemerdekaan Dikemas Lewat Budaya dan Kreativitas
Deny Irwanto • 19 August 2026 22:46
Tangerang: Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di kawasan Gading Serpong, Tangerang, Banten, diwarnai kegiatan yang menggabungkan unsur budaya, kreativitas, dan kebersamaan. Rangkaian kegiatan tersebut dikemas dalam JHL Festival 2026 yang berlangsung di area BAIC Tower serta lobi dan area drop-off Episode Gading Serpong.
Kegiatan mengangkat tema 'Surat untuk Masa Depan' terbuka bagi masyarakat umum dan tamu yang berada di sekitar lokasi.
"JHL Festival bukan sekadar hiburan, tetapi wadah untuk menyatukan seluruh JHL Folks. Kita melebur sebagai satu keluarga besar dan merayakan kemerdekaan bersama,” kata COO JHL Group Megawati dalam keterangan dikutip, Rabu, 19 Agustus 2026.
Wastra Nusantara Jadi Bagian Perayaan
Salah satu kegiatan yang menjadi perhatian dalam festival tersebut adalah Pagelaran Busana Wastra Nusantara. Setiap unit bisnis menampilkan pakaian dengan mengangkat kekayaan kain dan tekstil tradisional dari berbagai daerah di Indonesia.
Kegiatan itu menjadi ruang bagi peserta untuk memperkenalkan wastra melalui pendekatan yang lebih kreatif. Kain tradisional tidak hanya ditampilkan sebagai bagian dari warisan budaya, tetapi juga diperkenalkan melalui perspektif generasi saat ini.

Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di area BAIC Tower serta lobi dan area drop-off Episode Gading Serpong. Dokumentasi/ istimewa.
Konsep tersebut sekaligus menandai perubahan pola perayaan HUT Kemerdekaan yang sebelumnya dikemas melalui Pawai Nusantara. Dalam kegiatan sebelumnya, setiap unit bisnis menampilkan pakaian adat dan kekayaan budaya dari berbagai wilayah Indonesia.
Tahun ini, konsep tersebut dikembangkan dalam bentuk festival dengan lebih banyak kegiatan yang melibatkan peserta dan pengunjung. Selain pagelaran wastra, rangkaian kegiatan juga diisi kompetisi yel-yel antarkelompok, sejumlah permainan, serta stan makanan dan produk kreatif.
Suasana perayaan juga diwarnai kehadiran Pohon Harapan. Simbol tersebut digunakan sebagai tempat bagi peserta untuk menuangkan doa, cita-cita, dan harapan mengenai masa depan.
Pohon Harapan menjadi simbol dari harapan bersama yang ingin diwujudkan pada masa mendatang. "Pohon Harapan menjadi simbol fondasi JHL Group yang kuat dan ambisi untuk terus tumbuh, baik bagi kemajuan perusahaan maupun kesejahteraan seluruh JHL Folks," jelas Megawati.
Pohon tersebut kemudian dikaitkan dengan konsep 'The Metaphor of Wings - Soaring Beyond the Expected'. Para peserta menuangkan harapan melalui simbol daun yang ditempatkan pada Pohon Harapan.
Jika akar dimaknai sebagai fondasi, ranting dan daun menggambarkan cita-cita yang terus berkembang. Gagasan tersebut sejalan dengan tema 'Surat untuk Masa Depan' yang mengajak peserta melihat masa depan sebagai sesuatu yang perlu dipersiapkan sejak sekarang.
Kompetisi yel-yel menjadi salah satu kegiatan yang memberikan ruang bagi peserta untuk menunjukkan kreativitas dan kekompakan.
Sejumlah permainan juga digelar dengan melibatkan komunitas. Kehadiran kegiatan tersebut membuat perayaan tidak hanya berfokus pada seremoni, tetapi juga memberikan ruang interaksi dan kebersamaan.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, perayaan kemerdekaan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Unsur budaya, kreativitas, dan kebersamaan menjadi bagian dari cara peserta memaknai momentum kemerdekaan sekaligus menyampaikan harapan untuk masa depan.