Persiapan operasi modifikasi cuaca di Riau untuk membuat hujan buatan dalam upaya meminimalisir kebakaran hutan dan lahan di Riau. ANTARA/HO-Pemprov Riau
Modifikasi Cuaca di Riau Semai 26 Ton Garam di Awan
Lukman Diah Sari • 21 August 2026 12:47
Pekanbaru: Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Provinsi Riau telah menyemai sebanyak 26 ton NaCl (natrium klorida) atau garam di awan selama 21 hari terakhir untuk menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau, Jim Gafur, mengatakan penyemaian garam pada awan cumulonimbus menggunakan pesawat jenis Cessna.
"OMC di Riau sudah memasuki hari ke-21. Sejumlah daerah yang dilanda kekeringan sudah diguyur hujan," kata Jim di Pekanbaru, Jumat, 21 Agustus 2026, melansir Antara.
"OMC ini tidak dapat dilakukan serta-merta, tergantung kondisi awannya. Tapi hujan buatan terus diupayakan tak hanya bertujuan untuk memadamkan karhutla, tapi juga membasahi lahan agar kawasan yang mudah terbakar bisa diminimalkan," ungkap Jim.

Tim Manggala Agni Daops Rengat ketika melakukan pemadaman kebakaran lahan di Desa Sungai Guntung Hilir Kecamatan Rengat Kabupaten Indragiri Hulu. ANTARA/HO-Manggala Agni
Upaya penanggulangan karhutla ini turut dimaksimalkan dengan mengerahkan armada helikopter. Total ada enam helikopter yang disiagakan di Riau, dengan rincian satu unit untuk keperluan patroli dan lima unit lainnya difokuskan untuk operasi water bombing (bom air).
Operasi pemadaman dari udara tersebut dikerahkan untuk mendukung tim darat gabungan dari berbagai instansi yang terus berjibaku menjinakkan titik kebakaran, mulai dari unsur TNI, Polri, BPBD, hingga Manggala Agni.
Berdasarkan data Manggala Agni dalam beberapa hari terakhir, kebakaran lahan di Riau tercatat telah menghanguskan lebih dari 700 hektare wilayah. Adapun sebaran terluas terjadi di dua kabupaten berikut:
-
Kabupaten Indragiri Hulu: Seluas 434 hektare.
-
Kabupaten Pelalawan: Seluas 300 hektare.