Sekretaris BNPP RI Makhruzi Rahman. Dok. BNPP RI
BNPP Reaktivasi PLB Temajuk-Telok Melano untuk Buka Akses Ekonomi dan Pariwisata
Achmad Zulfikar Fazli • 21 August 2026 19:36
Sambas: Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI meresmikan reaktivasi pengoperasian Pos Lintas Batas (PLB) Temajuk–Pos Kawalan Sempadan (PKS) Telok Melano, di Sambas, Kalimantan Barat. Langkah ini dilakukan guna membuka akses ekonomi dan pariwisata masyarakat Indonesia-Malaysia.
Sekretaris BNPP RI Makhruzi Rahman mengatakan reaktivasi perlintasan itu merupakan tindak lanjut dari kesepakatan Border Crossing Agreement (BCA) Indonesia–Malaysia pada 8 Juni 2023, serta hasil Persidangan Ke-19 Sekretariat Bersama Kelompok Kerja/Jawatan Kuasa Kelompok Sosial Ekonomi Malaysia–Indonesia pada 2026.
"Alhamdulillah, Pos Lintas Batas Temajuk di Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat, sah untuk menyelenggarakan pelayanan lintas antarnegara bagi masyarakat perbatasan Indonesia dan Malaysia," ujar Makhruzi, dikutip dari Antara pada Jumat, 21 Agustus 2026.
Makhruzi mengatakan pengoperasian kembali jalur perlintasan tersebut menjadi jawaban atas aspirasi masyarakat terkait pembukaan akses Temajuk-Telok Melano. Menurut dia, pembukaan perbatasan merupakan proses yang membutuhkan kesepakatan dan kesiapan kedua negara karena berkaitan langsung dengan aspek kedaulatan.
"Launching dan aktivasi PLB yang kita selenggarakan hari ini merupakan jawaban dari harapan, impian, dan pertanyaan publik selama ini mengenai kapan sempadan Temajuk dan Telok Melano kembali dibuka. Membuka gerbang negara merupakan bagian dari penghormatan terhadap kedaulatan masing-masing negara," kata Makhruzi.
Makhruzi menyampaikan pemerintah mengapresiasi seluruh pihak yang berkontribusi mewujudkan reaktivasi perlintasan, khususnya melalui kerja sama sosial ekonomi antara Provinsi Kalimantan Barat dan Negeri Sarawak.
"Ini merupakan babak baru untuk membuka kembali interaksi, mobilitas sosial, budaya, dan tradisi warga negara di sempadan kedua negara," ucap Makhruzi.
Menurut Makhruzi, reaktivasi perlintasan Temajuk-Telok Melano tidak hanya terkait pembukaan akses fisik, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat hubungan ekonomi, sosial, budaya, perdagangan, serta pariwisata kedua negara.
Pemerintah berharap keberadaan jalur tersebut dapat memperlancar mobilitas orang dan barang sekaligus memberikan manfaat yang seimbang bagi masyarakat perbatasan.
Untuk tahap awal, mekanisme akses dan dokumen perjalanan masih mengacu pada koridor BCA Indonesia-Malaysia pada 2023. Makhruzi menyampaikan pemerintah ke depan berkomitmen meningkatkan kualitas dan cakupan pelayanan setelah kawasan tersebut dikembangkan menjadi Pos Lintas Batas Negara (PLBN), termasuk melalui penggunaan paspor sesuai ketentuan yang berlaku.

BNPP RI meresmikan reaktivasi pengoperasian Pos Lintas Batas (PLB) Temajuk-Pos Kawalan Sempadan (PKS) Telok Melano sebagai jalur perlintasan masyarakat perbatasan Indonesia-Malaysia. Dok BNPP RI
Sejalan dengan reaktivasi perlintasan, BNPP RI melihat sejumlah peluang pengembangan kawasan Temajuk dan Telok Melano. Salah satunya adalah pengembangan koridor pariwisata bahari yang menghubungkan kawasan perbatasan dengan destinasi lain di sekitarnya, baik Malaysia seperti Sematan, Kuching, dan Miri, maupun di Indonesia seperti Singkawang, Serasan, dan Natuna.
Selain itu, terdapat gagasan pengembangan Temajuk sebagai kawasan ekonomi yang terintegrasi dengan fungsi pelayanan pintu gerbang negara, termasuk pelayanan kepabeanan, keimigrasian, karantina, dan fungsi terkait lainnya sesuai tipologi serta status kawasan.
Dalam jangka panjang, pengembangan Temajuk berpotensi diarahkan sebagai kawasan ekonomi khusus sektor pariwisata perbatasan atau model pengembangan strategis lainnya yang sesuai dengan kebutuhan kawasan.
Makhruzi berharap sinergi antara kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan terus diperkuat untuk menyusun desain pembangunan Temajuk secara terpadu. Kerja sama tersebut diharapkan tidak berhenti pada tingkat bilateral lokal, tetapi dapat berkembang melalui forum kerja sama kawasan yang lebih luas.
"Kita berharap persahabatan dan kerja sama antarnegara yang telah dihasilkan oleh Sosekda Kalimantan Barat dan Negeri Sarawak dapat berlanjut ke tingkat yang lebih tinggi, seperti forum kerja sama Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle," tutur Makhruzi.
Reaktivasi perlintasan Temajuk-Telok Melano menjadi langkah konkret untuk menghadirkan kembali konektivitas resmi di kawasan perbatasan sekaligus membuka ruang interaksi yang lebih luas bagi masyarakat kedua negara. Terhubungnya akses ini diharapkan memberi manfaat langsung bagi mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat di kedua sisi perbatasan.