2 Karyawan Terluka dalam Insiden Ledakan Pabrik Kimia di Cilegon

Suasana di PT Merak Chemicals Indonesia, Kota Cilegon, Banten, Senin (25/5/2026). ANTARA/Desi Purnama Sari.

2 Karyawan Terluka dalam Insiden Ledakan Pabrik Kimia di Cilegon

Whisnu Mardiansyah • 25 May 2026 19:36

Cilegon: Sebuah ledakan mengguncang kawasan pabrik kimia milik PT Merak Chemicals Indonesia (MCCI) di Kota Cilegon pada Senin, 25 Mei 2026, sekitar pukul 12.30 WIB. Peristiwa ini mengakibatkan dua orang karyawan mengalami luka-luka.

Kabid Humas Polda Banten, Kombes Maruli Ahiles Hutapea, mengungkapkan ledakan berasal dari reaktor pemurnian polyester di lokasi kejadian.

"Informasi awal kami peroleh, ledakan terjadi dari reaktor polyester pada proses pemurnian. Di tempat kejadian perkara (TKP), dua orang karyawan terdampak. Satu orang mengalami luka bakar, satu lainnya patah tulang," ujar Maruli di Banten kepada Metrotvnews.com, Senin, 25 Mei 2026.

Maruli menambahkan, kedua korban sudah dievakuasi ke Rumah Sakit Krakatau, yang merupakan fasilitas kesehatan terdekat dari lokasi pabrik.

Penyidik tengah bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon dan DLH Provinsi Banten. Sebuah police line atau garis polisi telah dipasang di sekeliling area ledakan untuk mengamankan lokasi.
 


"DLH sudah memasang alat detektor untuk menguji baku mutu udara. Hasil uji tersebut masih kami tunggu. Mudah-mudahan sudah bisa keluar besok," kata Maruli.

Polda Banten juga menerjunkan Satuan Brigade Mobil (Brimob) yang memiliki unit khusus kimia, biologi, dan radioaktif untuk membantu proses penyelidikan di TKP.

Sebagai langkah antisipasi, manajemen PT Merak Chemicals Indonesia langsung memulangkan seluruh karyawan. Prosedur standar ini dilakukan menyusul insiden ledakan di pabrik kimia tersebut.


Suasana di PT Merak Chemicals Indonesia, Kota Cilegon, Banten, Senin (25/5/2026). ANTARA/Desi Purnama Sari.

Public Relations PT Merak Chemicals Indonesia, Dimas Saputra, membenarkan kejadian tersebut. Ia menegaskan keselamatan para pekerja dan warga di sekitar pabrik menjadi prioritas utama perusahaan.

"Mengenai dampak terhadap keselamatan pekerja, saya belum menerima data terkait adanya korban luka. Namun, sebagai langkah pengamanan, seluruh karyawan di area pabrik sudah kami pulangkan," ujar Dimas di Kota Cilegon, Senin, 25 Mei 2026.

Selain mengamankan karyawan, perusahaan menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat luas. Pihak manajemen memohon maaf atas kepanikan dan ketidaknyamanan yang timbul akibat insiden tersebut. Saat ini, perusahaan sedang melakukan investigasi menyeluruh untuk mengungkap penyebab pasti kejadian di area operasional pabrik.

(Whisnu M)