Kemenag Sultra Imbau Warga Tunda Perjalanan Ibadah Umrah

Kepala Kanwil Kemenhaj Sultra Muhammad Lalan Jaya. ANTARA/HO-Kemenhaj Sultra

Kemenag Sultra Imbau Warga Tunda Perjalanan Ibadah Umrah

Whisnu Mardiansyah • 6 March 2026 20:10

Kendari: Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara mengimbau masyarakat untuk menunda rencana perjalanan ibadah umrah hingga situasi keamanan di kawasan Timur Tengah kembali kondusif. Imbauan ini dikeluarkan menyusul eskalasi konflik yang terjadi di kawasan tersebut.

Pelaksana Tugas Kepala Kanwil Kemenag Sultra Muhammad Lalan Jaya mengatakan imbauan tersebut sebagai langkah preventif untuk menjamin keselamatan jemaah. Pemerintah pusat juga telah mengeluarkan arahan serupa terkait kewaspadaan perjalanan internasional.

"Kami mengimbau masyarakat, khususnya calon jemaah umrah dari Sulawesi Tenggara, agar menunda atau menjadwalkan ulang perjalanan hingga situasi di Timur Tengah benar-benar aman," kata Lalan Jaya saat dihubungi di Kendari seperti dilansir Antara, Jumat, 6 Maret 2026.

Ia menjelaskan penundaan ini bertujuan menghindari potensi kendala operasional, seperti pembatalan atau penundaan jadwal penerbangan. Sejumlah negara di kawasan Timur Tengah dilaporkan telah menutup sementara ruang udara mereka.
 


"Menurut laporan yang diterima, sejumlah negara di sekitar Arab Saudi seperti Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, Irak, dan Suriah telah menutup sementara ruang udara mereka. Sementara itu, Arab Saudi, Oman, Yordania, dan Lebanon masih membuka penerbangan secara terbatas dengan status kewaspadaan tinggi," ujarnya.

Meski demikian, Lalan Jaya memastikan kondisi di wilayah Arab Saudi saat ini masih relatif kondusif. Aktivitas masyarakat berlangsung normal di bawah pengamanan ketat. Sebagai langkah antisipasi, Kantor Urusan Haji Jeddah telah menyiagakan tiga tim yang bertugas secara bergiliran di Terminal 1, Terminal 2, dan Terminal Haji. Tim ini bertugas memantau perkembangan di lapangan dan memastikan pendampingan bagi jemaah yang terdampak.


Ilustrasi umrah. Foto: dok Istimewa.

"KUH Jeddah juga terus memperkuat koordinasi dengan maskapai penerbangan dan penyelenggara perjalanan umrah untuk memastikan penanganan cepat bagi jemaah yang mungkin terdampak perubahan jadwal," sebut Lalan Jaya.

Bagi jemaah asal Sultra yang saat ini sudah berada di Tanah Suci, Kemenag mengimbau agar tetap tenang dan fokus beribadah. Jemaah diminta selalu mengikuti instruksi serta informasi resmi dari perwakilan Pemerintah Indonesia.

"Masyarakat juga diminta untuk selektif dalam menerima informasi dan tidak mudah mempercayai berita yang belum terverifikasi kebenarannya terkait kondisi keamanan di Timur Tengah," tambah Lalan Jaya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)