Jelang Akhir Liburan Nataru, Orang Tua Diminta Siapkan Mental Anak

Anak kembali bersekolah. Foto: Antara

Jelang Akhir Liburan Nataru, Orang Tua Diminta Siapkan Mental Anak

M Sholahadhin Azhar • 3 January 2026 14:57

Jakarta: Menjelang akhir liburan natal dan tahun baru (nataru), psikolog Devi Yanti menekankan perlunya orang tua membantu menyiapkan mental anak. Penyiapan mental, sebelum mereka kembali bersekolah.

"Orang tua perlu memperhatikan kondisi emosi anak, seperti adanya rasa malas, cemas, atau enggan kembali ke sekolah," kata Devi dikutip dari Antara, Sabtu, 3 Januari 2026.

Devi menyarankan orang tua untuk berkomunikasi dengan anak serta mendengarkan kekhawatiran maupun harapan mereka sebelum kembali ke sekolah.

Selama berkomunikasi dengan anak, ia melanjutkan, orang tua dapat memberikan gambaran-gambaran positif tentang kegiatan sekolah seperti mengikuti kembali pelajaran-pelajaran yang disukai anak dan bertemu kembali dengan teman-teman sekolah.
 


Beberapa hari sebelum anak kembali bersekolah, menurut dia, orang tua perlu pula membantu menyesuaikan kembali pola tidur maupun pola makan anak yang mungkin berubah selama liburan.

Di samping itu, ia menyampaikan perlunya melibatkan anak dalam mempersiapkan perlengkapan, seragam, sampai jadwal harian selama sekolah.

"Konsistensi rutinitas disertai dukungan emosional dan suasana rumah yang kondusif akan membantu anak kembali beradaptasi dengan lebih nyaman," ujarnya.

Devi mengingatkan orang tua untuk menerapkan aturan yang jelas dan konsisten mengenai durasi dan waktu penggunaan gawai berdasarkan kesepakatan dengan anak menjelang akhir liburan.

Selain membatasi penggunaan gawai, menurut Devi, orang tua sebaiknya menyiapkan alternatif aktivitas menyenangkan bersama agar anak tidak hanya bergantung pada gawai untuk mendapatkan hiburan.

Anak kembali bersekolah. Foto: Antara

Menurut dia, orang tua bisa mengajak anak untuk membuat jadwal harian bersama, menceritakan pengalaman menyenangkan di sekolah, membaca buku bersama, memasak bersama, atau berolahraga bersama.

Selain dapat mengalihkan perhatian anak dari gawai, aktivitas-aktivitas bersama semacam itu dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan semangat belajar anak serta mempererat ikatan emosional keluarga.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(M Sholahadhin Azhar)