BMKG Beberkan Peningkatan Potensi Cuaca Ekstrem Beberapa Hari ke Depan

Cuaca ekstrem. Foto: Ilustrasi Metrotvnews

BMKG Beberkan Peningkatan Potensi Cuaca Ekstrem Beberapa Hari ke Depan

Atalya Puspa • 1 January 2026 11:59

Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca signifikan yang diperkirakan terjadi hingga awal Januari 2026. Sejumlah faktor dinamika atmosfer global hingga regional dinilai berkontribusi pada meningkatnya intensitas hujan dan angin kencang di berbagai wilayah Indonesia.

Dalam prospek cuaca periode 30 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026, BMKG memperkirakan cuaca umumnya berawan hingga hujan ringan. Namun, sejumlah wilayah berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang.

“Oleh karena itu, potensi peningkatan cuaca signifikan akibat dinamika atmosfer ini perlu diwaspadai dalam sepekan ke depan,” tegas BMKG.
 


Menjelang perayaan Tahun Baru 2026, BMKG mengimbau masyarakat dan pemangku kepentingan untuk lebih berhati-hati dalam merencanakan aktivitas, terutama perjalanan dan kegiatan luar ruang.

“BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu serta potensi bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem,” tulis BMKG.

BMKG juga meminta masyarakat secara aktif memantau informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini melalui situs resmi bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG, serta media sosial @infobmkg.

Memasuki periode 2–5 Januari 2026, BMKG memprakirakan cuaca di sebagian besar wilayah Indonesia masih didominasi kondisi berawan hingga hujan ringan. Namun demikian, masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi peningkatan hujan dengan intensitas sedang di berbagai daerah.

Cuaca ekstrem. Foto: Ilustrasi Metrotvnews

Wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang meliputi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua, dan Papua Selatan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(M Sholahadhin Azhar)