Kim Jong-Un Klaim Sistem Roket Baru dapat Dengan Mudah Hancurkan Musuh

Kim Jong-Un mengunjungi sebuah pabrik yang memproduksi peluncur roket. Foto: KCNA

Kim Jong-Un Klaim Sistem Roket Baru dapat Dengan Mudah Hancurkan Musuh

Fajar Nugraha • 30 December 2025 08:52

Seoul: Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-Un mengunjungi sebuah pabrik yang memproduksi peluncur roket multi-laras baru. Kim juga memuji kemampuan sistem senjata tersebut untuk "menghancurkan musuh”.

Kunjungan Kim ke pabrik tersebut dilaporkan sehari setelah Pyongyang mengatakan, telah melakukan uji tembak dua rudal jelajah jarak jauh strategis sebagai demonstrasi "kesiapan tempur" terhadap ancaman asing.

Ditemani oleh para pejabat tinggi dari program rudal Korea Utara, Kim mengatakan sistem senjata baru tersebut akan berfungsi sebagai "sarana serangan utama" militernya, menurut Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) yang dikelola pemerintah.

Ia mengatakan sistem roket multi-laras baru tersebut adalah "sistem senjata super-kuat karena dapat menghancurkan musuh melalui serangan mendadak yang tepat dengan akurasi tinggi dan daya hancur yang dahsyat," kata KCNA, seperti dikutip dari Channel News Asia, Selasa 30 Desember 2025.

“Sistem tersebut akan digunakan dalam jumlah besar untuk serangan terkonsentrasi dalam operasi militer," tambah KCNA.

Gambar-gambar media pemerintah menunjukkan Kim berdiri di samping sistem rudal baru yang besar di sebuah pabrik yang luas.

Korea Utara secara teknis masih berperang dengan Korea Selatan dan persenjataan artilerinya yang besar telah lama diyakini oleh para analis sebagai inti dari strateginya jika konflik pecah di semenanjung Korea.

Sebuah studi tahun 2020 oleh lembaga think tank RAND memperkirakan bahwa sistem artileri Korea Utara dapat menimbulkan 10.000 korban jiwa hanya dalam satu jam jika menargetkan pusat-pusat populasi utama seperti ibu kota Korea Selatan, Seoul.

Pyongyang juga telah secara signifikan meningkatkan uji coba rudal dalam beberapa tahun terakhir.

Para analis mengatakan dorongan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan serangan presisi, menantang Amerika Serikat serta Korea Selatan, dan menguji senjata sebelum berpotensi mengekspornya ke Rusia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)