Tiga Helikopter Disiagakan Antisipasi Karhutla di Ring 1 Bandara Syamsudin Noor

Helikopter water bombing bersiap mendarat. (MI/Denny Susanto)

Tiga Helikopter Disiagakan Antisipasi Karhutla di Ring 1 Bandara Syamsudin Noor

Silvana Febiari • 16 September 2026 13:47

Banjarmasin: Satgas Udara Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kalimantan Selatan (Kalsel) memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran. Tiga unit helikopter disiagakan untuk mengantisipasi karhutla, khususnya di kawasan Ring 1 Bandara Internasional Syamsudin Noor, Banjarbaru.

Kepala Subbid Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel Ariansyah mengatakan saat ini terdapat empat helikopter yang disiapkan untuk mendukung operasi udara.

"Namun, hanya tiga helikopter yang dapat dioperasikan pada hari ini, karena satu unit menjalani pemeliharaan rutin sesuai jadwal berdasarkan pencapaian jam terbang," kata Ariansyah, dilansir dari Antara, Rabu, 16 September 2026. 


Dari tiga helikopter yang operasional, dua unit akan disiagakan untuk penanganan Karhutla di kawasan Ring 1 Bandara. Sementara satu unit lainnya disiapkan untuk memberikan bantuan apabila terdapat permintaan penanganan di luar wilayah tersebut.

“Jadi kita bisa juga membantu ke wilayah Kalimantan Selatan yang di luar dari Ring 1 Bandara, terutama daerah-daerah yang belum bisa terjangkau oleh Satgas Darat,” jelasnya.

Ariansyah mengatakan belum ada rencana pelaksanaan kembali Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Keputusan itu berdasarkan pemantauan BMKG terhadap potensi pertumbuhan awan hujan di Kalimantan Selatan.

“Dari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,” ujarnya.

Meski demikian, kesiapan untuk kembali melaksanakan OMC tetap dilakukan.


Satgas Udara Kalsel siagakan tiga helikopter tangani Karhutla ANTARA/HO-Medcen Kalsel


Pesawat dan bahan pendukung telah disiagakan di Bandara Syamsudin Noor. Keduanya dapat segera diaktifkan jika BMKG mendeteksi kondisi atmosfer yang mendukung pelaksanaan operasi.

“Kita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,” tambah Ariansyah.

(Silvana Febiari)