Temukan Pasien Jantung Usia Muda, Dirut BPJS Minta Penanganan Berbasis Value-Based Care

Direktur Utama (Dirut) BPJS Kesehatan, Mayjen (Purn) Prihati Pujowaskito berbincang dengan pasien penyakit jantung yang masih berusia muda, Iskandar, 46, di Rumah Sakit Tk. II Dustira, Cimahi, Jawa Barat. Metrotvnews.com/Achmad Zulfikar Fazli

Temukan Pasien Jantung Usia Muda, Dirut BPJS Minta Penanganan Berbasis Value-Based Care

Achmad Zulfikar Fazli • 16 September 2026 15:24

Jakarta: Direktur Utama (Dirut) BPJS Kesehatan, Mayjen (Purn) Prihati Pujowaskito menengok layanan penyakit jantung di Rumah Sakit Tk. II Dustira, Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Jawa Barat. Dalam kunjungannya, Prihati menemukan pasien penyakit jantung yang masih berusia muda, Iskandar, 46, seorang prajurit TNI.

“Ah, ini 46 (tahun) sudah sakit jantung. Padahal atletis gini, ya?” ujar Prihati di RS Dustira, Cimahi, Jawa Barat, Rabu, 16 September 2026.

Prihati sempat berdialog dengan Iskandar untuk mengetahui kronologi awal gangguan kesehatan yang dialaminya.

“Kenapa memang pertamanya?" ujar Prihati.

“Pertamanya pada saat lari,” jawab Iskandar.

Prihati menanyakan kondisi yang dirasakan Iskandar saat mengalami gangguan jantung. "Terasa apa?" tanya Prihati.

“Sesak sama keringatan,” jawab Iskandar.

Direktur Utama (Dirut) BPJS Kesehatan, Mayjen (Purn) Prihati Pujowaskito berbincang dengan
pasien penyakit jantung yang masih berusia muda, Iskandar, 46, di Rumah Sakit Tk. II Dustira, Cimahi, Jawa Barat. Metrotvnews.com/Achmad Zulfikar Fazli

Melihat postur badan Iskandar yang atletis dan rutin berolahraga, Prihati merasa sepintas tak yakin pasien terkena serangan jantung di usia muda. Dia meminta Iskandar untuk memeriksakan kondisi kesehatannya secara mendalam.

“Kalau saya lihat sepintas ini bukan pasien penyakit jantung, ya. Kecuali memang (dari pemeriksaan) EKG-nya (Elektrokardiogram) atau AV block (blok atrioventrikular), harus kontrol,” ucap Prihati.



Dia juga meminta pihak rumah sakit memeriksa kondisi kesehatan Iskandar secara mendalam melalui pendekatan value-based care (perawatan berbasis hasil dan keselamatan pasien). Langkah ini dinilai penting untuk memastikan ketepatan indikasi medis serta diagnosa yang diterima pasien.

“Ya value-based-nya harus diteliti. Kesesuaian anatomi, kesesuaian indikasi medis, ini harus diteliti,” ujar Prihati.

(Achmad Zulfikar Fazli)