Situasi Kebakaran Hutan dan Lahan di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. BPBD
Kota Banjarbaru Kalsel Darurat Kabut Asap
Denny S • 25 July 2026 11:14
Banjarbaru: Kota Banjarbaru, ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan, terus diselimuti kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi beberapa waktu terakhir. Pemerintah Kota Banjarbaru mengimbau warga menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan untuk mencegah paparan asap serta risiko penyakit infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) dan pneumonia.
"Kota Banjarbaru mengalami darurat asap dan kualitas udara menurun. Namun dalam beberapa hari terakhir mulai berangsur normal," ungkap Kepala Bidang Penegakan Hukum dan Pengendalian Lingkungan (PHPL) Dinas Lingkungan Hidup Banjarbaru, Akhmad Arie Wijaya Abdur, Minggu, 25 Juli 2026.
Pemkot Banjarbaru telah menerbitkan imbauan kepada masyarakat agar selalu menggunakan masker, mengurangi aktivitas di luar ruangan, dan menjaga daya tahan tubuh guna mencegah paparan asap serta gangguan kesehatan seperti ISPA dan pneumonia.
Sepanjang Juni dan Juli, terjadi lonjakan kasus ISPA dan pneumonia di Banjarbaru. Data RSUD Idaman Banjarbaru pada Juni 2026 mencatat 174 kasus ISPA dan 115 kasus pneumonia. Sementara itu, hingga 20 Juli 2026 tercatat 116 kasus ISPA dan 65 kasus pneumonia.
Humas RSUD Idaman Banjarbaru, Muhammad Abrar, mengakui kondisi kemarau kering ditambah kabut asap menyebabkan peningkatan kasus ISPA dan pneumonia. Karena itu, pihaknya mengimbau warga untuk selalu menggunakan masker saat di luar rumah dan memperbanyak konsumsi air putih.
Stasiun Klimatologi Kalimantan Selatan melaporkan konsentrasi kualitas PM 2,5 atau kualitas udara secara umum berada pada kategori baik hingga sedang dengan konsentrasi rata-rata 18,5 µg/m³. Konsentrasi tertinggi tercatat sebesar 60,2 µg/m³ pada pagi hari pukul 08.00 WITA dengan kategori tidak sehat, terutama di Kota Banjarbaru.
Di sisi lain, Pusdalops BPBD Kalsel melaporkan karhutla masih terjadi di berbagai wilayah Kalsel, seperti Hulu Sungai Selatan, Tapin, Banjar, dan Tanah Laut. Wilayah terparah kebakaran terjadi di Kota Banjarbaru dan sekitarnya serta area ring satu Bandara Syamsudin Noor.