Kemenkes: Covid-19 Varian Cicada Belum Terdeteksi di Indonesia

Ilustrasi virus/Medcom.id

Kemenkes: Covid-19 Varian Cicada Belum Terdeteksi di Indonesia

M. Iqbal Al Machmudi • 2 April 2026 16:29

Jakarta: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengonfirmasi hingga saat ini belum ditemukan covid-19 varian BA.3.2 (cicada) di Indonesia. Varian BA.3.2 merupakan turunan dari omicron BA.3 dan ditetapkan sebagai Varian Under Monitoring (VUM) sejak 5 Desember 2025 oleh WHO.

Varian tersebut belum menunjukkan peningkatan sirkulasi, dan tidak ada data yang menunjukkan peningkatan keparahan, hospitalisasi, dan kematian. Menurut WHO, risiko kesehatan masyarakat untuk varian BA.3.2 adalah rendah?.

"Varian dominan di Indonesia adalah XFG (57%), LF.7 (29%), XFG 3.4.3 (14%) dengan risiko rendah. Karena situasi masih terkendali dan berisiko rendah, maka tidak ada tindakan khusus berupa pengetatan di pintu masuk negara," kata Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman, Kamis, 2 April 2026.


Ilustrasi virus/Medcom.id

Namun demikian Kemenkes tetap melakukan surveilans. Termasuk, pelaporan rutin dari lapangan dan pengujian sampel di lab serta komunikasi risiko terkait virus covid.
 


Masyarakat diminta membiasakan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) seperti rajin cuci tangan pakai air mengalir dan sabun, konsumsi makanan bergizi, istirahat cukup, pakai masker jika sakit/di keramaian, dan lainnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(M Sholahadhin Azhar)