95 Karya Seni hingga Jersey Bersejarah Dipamerkan dalam Gelaran Cultura Persib

Pameran Cultura Persib di Grey Art Gallery Bandung. (foto: AN/naviandri)

95 Karya Seni hingga Jersey Bersejarah Dipamerkan dalam Gelaran Cultura Persib

Media Indonesia • 9 June 2026 12:26

Bandung: Persib bersama Grey Art Gallery menghadirkan Cultura Persib, sebuah pameran budaya yang mengangkat perjalanan, identitas, serta warisan yang telah membentuk Persib sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Bandung.

Acara pembukaan pameran yang berlangsung di Grey Art Gallery, Braga, Bandung, pada Senin, 8 Juni 2026, dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwin Setiawan, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, serta Manajer Persib, Umuh Muchtar. Pameran ini akan berlangsung hingga 8 September 2026.

Pemilik Grey Art Gallery, Elia Yoesman, menyatakan Cultura Persib menjadi ruang apresiasi terhadap perjalanan panjang klub yang telah tumbuh bersama masyarakat selama lebih dari sembilan dekade.

Pameran ini juga menjadi momentum untuk merefleksikan pencapaian bersejarah Persib yang berhasil meraih gelar juara Liga 1 Indonesia selama tiga musim berturut-turut, yakni pada musim 2023/2024, 2024/2025, dan 2025/2026.

"Pencapaian tersebut menempatkan Persib sebagai klub pertama di era Liga 1 yang mampu menjuarai kompetisi kasta tertinggi nasional selama tiga musim beruntun (three-peat)," terang Elia di Bandung, Selasa, 9 Juni 2026.

Menurut Elia, lebih dari sekadar catatan prestasi, keberhasilan itu mencerminkan konsistensi, kerja keras, serta dukungan luar biasa dari seluruh pihak yang menjadi bagian dari perjalanan klub.



Karena itu, melalui pendekatan seni dan budaya, Cultura Persib mengajak publik melihat Persib dari perspektif yang lebih luas. Tidak hanya sebagai klub sepak bola, tetapi juga sebagai ruang pertemuan berbagai cerita, nilai, kreativitas, dan memori kolektif yang terus hidup dari generasi ke generasi.

"Sepanjang penyelenggaraan pameran, pengunjung dapat menikmati 95 karya dan objek yang merepresentasikan beragam perspektif mengenai sejarah Persib, kultur Bobotoh, identitas Kota Bandung, serta perjalanan klub dari masa ke masa," terangnya.

Beragam karya tersebut, lanjut Elia, hadir dalam bentuk seni rupa, instalasi visual, mural, arsip sejarah, memorabilia, jersey bersejarah, hingga ruang-ruang tematik yang mengajak pengunjung menelusuri perjalanan Persib lintas generasi.

Selain menghadirkan pengalaman pameran, 
Cultura Persib juga akan diramaikan dengan berbagai program publik seperti diskusi, talkshow, pertemuan komunitas, dan aktivitas kreatif lainnya yang dirancang untuk memperkaya pengalaman pengunjung sekaligus membuka ruang dialog antara seni, sepak bola, dan komunitas.

"Sebagai ruang kolaborasi budaya, Cultura Persib melibatkan puluhan seniman, kreator, dan kontributor dari berbagai latar belakang melalui skema Invitation ArtistOpen Call Artist, dan Contribution Artist. Melalui pendekatan artistik yang beragam, para partisipan menghadirkan interpretasi mengenai perjalanan, nilai, serta identitas yang melekat pada Persib dan masyarakat pendukungnya," sambungnya.


Persib Bandung Dokumentasi Ileague


Wakil Direktur Utama PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, mengatakan Cultura Persib merupakan bentuk penghormatan terhadap perjalanan panjang yang telah dilalui klub bersama seluruh pihak yang selama ini menjadi bagian dari ekosistem Persib.

"Pencapaian yang diraih Persib dalam beberapa musim terakhir bukan hanya milik klub, melainkan milik seluruh Bobotoh dan masyarakat yang selama ini tumbuh bersama Persib. Karena itu, Cultura Persib kami hadirkan sebagai ruang untuk merayakan perjalanan tersebut bersama-sama," jelasnya.

"Melalui pameran ini, kami ingin mengajak publik melihat bahwa di balik setiap pertandingan dan trofi, terdapat sejarah, nilai, kreativitas, serta ikatan emosional yang telah membentuk hubungan kuat antara Persib, Kota Bandung, dan masyarakatnya," imbuhnya.

Momentum ini, sebut Adhitia, menjadi semakin bermakna karena berlangsung setelah musim yang bersejarah dan akan ditutup menjelang dimulainya Super League 2026/2027. Ia berharap Cultura Persib dapat menjadi jembatan antara pencapaian yang telah diraih dengan semangat baru untuk menghadapi perjalanan berikutnya.

Pameran Cultura Persib akan berlangsung selama lebih dari tiga bulan untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada Bobotoh dan masyarakat umum menikmati berbagai karya, arsip, serta cerita yang menjadi bagian dari perjalanan klub.

Selain menjadi ruang refleksi atas perjalanan dan pencapaian Persib, penyelenggaraan 
Cultura Persib juga diharapkan menjadi jembatan yang menghubungkan musim bersejarah 2025/2026 dengan dimulainya perjalanan baru klub pada Super League 2026/2027.

Melalui Cultura Persib, Persib dan Grey Art Gallery berharap semakin banyak orang dapat mengenal, memahami, dan merasakan bagaimana sebuah klub sepak bola dapat berkembang menjadi bagian dari perjalanan sebuah kota. Sebab, selama lebih dari sembilan dekade, Persib terus hidup sebagai bagian dari identitas Bandung dan akan terus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. (Naviandri)

(Whisnu M)