Menteri Luar Negeri Malaysia Dato’ Seri Utama Haji Mohamad bin Haji Hasan. (Malay Mail)
Indonesia-Malaysia Akan Bahas Ketahanan Ekonomi dalam JCBC ke-17 di Jakarta
Willy Haryono • 3 June 2026 14:34
Jakarta: Menteri Luar Negeri Malaysia Dato’ Seri Utama Haji Mohamad bin Haji Hasan akan memimpin delegasi Malaysia dalam Joint Commission for Bilateral Cooperation (JCBC) ke-17 antara Malaysia dan Indonesia yang berlangsung di Jakarta pada Kamis, 4 Juni 2026.
Dalam pertemuan tersebut, Mohamad Hasan akan didampingi sejumlah pejabat senior dari berbagai lembaga pemerintah Malaysia.
JCBC ke-17 akan dipimpin bersama oleh Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono dan Mohamad Hasan.
Berdasarkan siaran pers yang diterima Metrotvnews.com, Rabu, 3 Juni 2026, Pemerintah Malaysia menyatakan pertemuan kali ini akan memprioritaskan penguatan kerja sama ekonomi kedua negara di tengah meningkatnya gangguan rantai pasok global.
Malaysia disebut akan mendorong pembahasan langkah-langkah konkret untuk memperkuat ketahanan ekonomi kedua negara terhadap guncangan eksternal yang memengaruhi perdagangan, keamanan energi, pasokan pangan, dan kebutuhan industri.
Pertemuan juga akan menindaklanjuti keputusan yang dihasilkan dalam Konsultasi Tahunan ke-13 antara Perdana Menteri Malaysia dan Presiden Indonesia yang berlangsung di Jakarta pada 29 Juli 2025.
Sebelum pertemuan tingkat menteri digelar, kedua negara lebih dahulu mengadakan Senior Officials’ Meeting (SOM).
Selain isu ekonomi, agenda JCBC ke-17 juga mencakup pembahasan mengenai fasilitasi perdagangan dan investasi, penguatan rantai pasok lintas batas, kerja sama energi, serta ketahanan pangan.
Kedua negara juga dijadwalkan membahas delimitasi batas maritim dan penegasan batas darat, lalu lintas perbatasan dan perdagangan lintas negara, kerja sama industri halal, pertahanan dan keamanan, hingga pengelolaan lingkungan dan penanggulangan bencana.
JCBC ke-17 juga diproyeksikan menjadi landasan pembahasan menuju Konsultasi Tahunan ke-14 Malaysia-Indonesia yang akan diselenggarakan di Malaysia pada akhir tahun ini.
Hubungan bilateral Indonesia dan Malaysia selama ini menjadi salah satu kemitraan strategis utama di Asia Tenggara, terutama dalam bidang perdagangan, investasi, energi, dan isu perbatasan.
Baca juga: KJRI Penang: Konektivitas Belawan–Penang–Perlis Perkuat Rantai Pasok Kawasan