Kondisi salah satu rumah warga di Kampung Bugis Bintaro, Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, yang rusak akibat gelombang pasang, Kamis, 22 Januari 2026. ANTARA/Dokumen Pribadi
18 Rumah Nelayan di Mataram Rusak Diterjang Gelombang Pasang
Silvana Febiari • 22 January 2026 15:36
Mataram: Sebanyak 18 rumah nelayan di Kampung Bugis, Kelurahan Bintaro, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) rusak diterjang gelombang pasang dengan ketinggian 2-3 meter. Belasan rumah tersebut ditempati 25 kepala keluarga (KK) atau sekitar 100 jiwa.
"Mereka kini sudah mengungsi di masjid terdekat dan rumah keluarga," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram Akhmad Muzaki, dikutip dari Antara, Kamis, 22 Januari 2026.
Untuk mengoptimalkan layanan dan pemantauan terhadap warga, BPBD Kota Mataram mendirikan dua tenda komando sebagai lokasi pengungsian sementara. Selain itu, didirikan dapur umum dari Dinas Sosial Kota Mataram untuk memenuhi kebutuhan pengungsi selama beberapa hari ke depan.
"Pengungsi yang akan diberikan bantuan makanan di dapur umum sekitar 100 orang," ujar Akhmad.
Kegiatan asesmen terus dilakukan terhadap rumah warga yang terdampak. Penanganan rumah rusak menjadi ranah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram.
"Apakah akan dibuatkan hunian sementara (huntara) atau seperti apa, kami belum bisa jelaskan," ungkap Akhmad.
Selain membangun dua posko komando untuk para pengungsi, BPBD Kota Mataram juga mendirikan posko logistik di Kampung Bugis. Posko tersebut digunakan untuk dapur umum dan penyaluran logistik bantuan kepada korban secara tepat sasaran.
"Siapa tahu ada juga pihak-pihak yang ingin membantu, bisa melalui posko logistik. Untuk posko logistik di komandani Dinas Sosial, dan BPBD sifatnya membantu," jelasnya.

Kondisi salah satu rumah warga di Kampung Bugis Bintaro, Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, yang rusak akibat gelombang pasang, Kamis, 22 Januari 2026. ANTARA/Dokumen Pribadi
Sebanyak 100 paket bantuan telah disalurkan kepada para korban terdampak gelombang pasang dan rob di Kelurahan Bintaro. Paket bantuan itu berisi beras, minyak goreng, air mineral, mi instan, tikar, selimut, dan lainnya.
"Untuk menjamin kondisi kesehatan warga terdampak, Dinas Kesehatan akan segera turun melakukan pemeriksaan kesehatan warga termasuk kesehatan lingkungan," tuturnya.
Berdasarkan prediksi BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika), katanya, perubahan cuaca berupa hujan deras disertai petir, angin kencang, dan gelombang tinggi, akan berlangsung hingga 26 Januari 2026. Masyarakat diminta terus waspada dan memantau kondisi perubahan cuaca guna mengurangi risiko bencana.