Perdana Menteri Korea Selatan Kim Min-seok. (mk.co.kr)
PM Korea Selatan Usulkan Pengiriman Utusan Khusus AS ke Korea Utara
Willy Haryono • 24 January 2026 19:33
Washington: Perdana Menteri Korea Selatan Kim Min-seok mengusulkan agar Amerika Serikat (AS) mengirim utusan khusus ke Korea Utara dalam pertemuannya dengan Wakil Presiden AS JD Vance di Washington pada Jumat kemarin.
Kim mengatakan hanya Presiden AS Donald Trump yang memiliki kemauan dan kapasitas untuk memperbaiki hubungan dengan Korea Utara.
“Pertama, saya sampaikan kepada Vance bahwa pada kenyataannya hanya Trump yang memiliki kemauan dan kemampuan untuk memperbaiki hubungan dengan Korea Utara,” ujar Kim, seperti dikutip kantor berita Yonhap dan Antara, Sabtu, 24 Januari 2026.
Ia menambahkan bahwa pengiriman utusan khusus dapat menjadi pendekatan awal untuk menunjukkan niat meningkatkan hubungan dengan Pyongyang.
“Kedua, saya mengatakan bahwa pengiriman utusan khusus ke Korea Utara, siapa pun orangnya, dapat menjadi pendekatan untuk menyatakan niat meningkatkan hubungan,” katanya.
Kim juga mengungkapkan dirinya memiliki pandangan terkait sejumlah kandidat yang dinilai cocok untuk posisi utusan khusus tersebut.
Selain isu Korea Utara, Kim dan Vance juga membahas penyelidikan pemerintah Korea Selatan terhadap perusahaan e-commerce Coupang yang terdaftar di bursa AS, terkait dugaan kebocoran data pelanggan.
Kim mengatakan Vance meminta agar Seoul dan Washington menangani isu tersebut secara hati-hati agar tidak menimbulkan kesalahpahaman antara kedua pemerintah.
“Vance meminta agar isu ini dikelola dengan baik agar tidak memanas,” ujar Kim.
Ia menegaskan kepada Vance bahwa tidak ada perlakuan diskriminatif terhadap perusahaan AS di Korea Selatan. Pernyataan ini disampaikan setelah dua investor AS menyatakan niat mengajukan klaim arbitrase terhadap Seoul terkait dugaan perlakuan tidak adil terhadap Coupang.
Kunjungan Kim ke Washington merupakan perjalanan luar negeri pertamanya sejak menjabat sebagai perdana menteri, sekaligus kunjungan mandiri pertama seorang perdana menteri Korea Selatan ke AS sejak akhir 1980-an.
Baca juga: Kim Yo-jong Sebut Harapan Korsel Perbaiki Hubungan dengan Korut Hanya Ilusi