Layanan Penukaran Uang BI Diserbu Warga Yogyakarta

Sejumlah masyarakat saat antre menukar uang. Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim

Layanan Penukaran Uang BI Diserbu Warga Yogyakarta

Ahmad Mustaqim • 23 February 2026 16:56

Yogyakarta: Ratusan warga Yogyakarta memadati halaman Masjid Gedhe Kauman, Kota Yogyakarta, pada Senin, 23 Februari 2026, untuk menukar uang jelang Lebaran 2026 yang digelar Bank Indonesia (BI). Antusiasme warga rela mengantre demi mendapatkan pecahan uang baru untuk kebutuhan Hari Raya.

Salah seorang warga Pleret, Kabupaten Bantul, Yuni, mengaku siap berdesakan demi bisa kebagian jatah penukaran. Pengalaman pahit tahun lalu menjadi motivasi tersendiri baginya untuk datang lebih awal.

"Tahun lalu susah (mau menukar uang). Daftar melalui website, malah down. Pas periode pertama dibuka ini saya langsung nge-war," kata Yuni di sela antrean, Senin, 23 Februari 2026.

Yuni menuturkan, meski proses pendaftaran kini dilakukan secara virtual melalui aplikasi Penukaran dan Tarik Uang Rupiah (PINTAR), kesabaran tetap menjadi kunci utama. Ia mengaku sempat mengalami kendala teknis saat mendaftar.

"Pokoknya antreannya itu kadang di-refresh aja balik lagi ke awal lagi. Banyak dramanya, tapi alhamdulillah bisa dapat," ujarnya.

Setelah melalui proses antrean panjang dan perjuangan daring, Yuni berhasil menukarkan uang senilai Rp2,8 juta menjadi pecahan berbagai nominal. Ia mengaku uang tersebut telah dialokasikan khusus untuk dibagikan kepada anak-anak saat Lebaran nanti.
 


"Biasanya ngasih ke keponakan sama anak-anak kecil sekitar. Tahun ini alhamdulillah dapat karena tahun lalu gagal," kata dia.

Berbeda dengan Yuni, warga lain bernama Prasidananto mengaku tidak menemui kendala saat mendaftar secara daring. Ia justru menilai sistem PINTAR yang diterapkan BI membuat proses penukaran lebih praktis.

"Saya menukar uang Rp2,5 juta ke pecahan Rp5 ribu, Rp10 ribu, dan Rp20 ribu untuk keluarga besar," ucapnya.


Ilustrasi. Foto: dok MI/Pius Erlangga.

Prasidananto mengaku sudah tiga kali mengikuti program penukaran uang dari layanan Bank Indonesia. Menurutnya, sistem ini terus membaik setiap tahunnya. Kepala Kantor Wilayah BI DIY, Sri Darmadi Sudibyo, menjelaskan bahwa pihaknya membatasi antrean pertama program penukaran uang di halaman Masjid Gedhe Kauman sebanyak 300 paket. Pembatasan ini dilakukan untuk mengoptimalkan pelayanan.

"Selama periode penukaran kami akan menyiapkan sesuai paket dan dengan rincian yang sudah kami rilis," ucapnya.

Ia menambahkan, penerapan sistem PINTAR bertujuan memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan penukaran uang rupiah. Masyarakat diimbau untuk terus memantau jadwal dan kuota yang tersedia melalui kanal resmi BI.

"Pemakaian sistem itu bertujuan memudahkan masyarakat mengakses," katanya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)