Bendera Uni Eropa berkibar di markas besarnya di Brussels, Belgia. (Anadolu Agency)
UE Pertimbangkan 'Trade Bazooka' untuk Hadapi Ancaman Tarif AS soal Greenland
Muhammad Reyhansyah • 19 January 2026 13:54
Brussels: Uni Eropa tengah mempertimbangkan penggunaan instrumen pembalasan dagang terkuatnya menyusul pengumuman Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai tarif baru yang menargetkan negara-negara Eropa pendukung Greenland. Langkah tersebut mencerminkan meningkatnya ketegangan transatlantik serta respons terkoordinasi dari 27 negara anggota UE.
Jika direalisasikan, ini akan menjadi pertama kalinya UE mempertimbangkan pengerahan instrumen pembalasan dagang yang dijuluki “trade bazooka," di tengah eskalasi ancaman Trump terkait rencananya untuk mengakuisisi Greenland.
Sabtu lalu, Trump menyatakan AS akan memberlakukan tarif sebesar 10 persen mulai 1 Februari terhadap barang impor dari Denmark, Finlandia, Prancis, Jerman, Belanda, Norwegia, Swedia, dan Inggris. Ia memperingatkan tarif tersebut akan naik menjadi 25 persen mulai 1 Juni jika tidak tercapai kesepakatan mengenai Greenland.
Trump menegaskan wilayah otonom Denmark itu penting bagi keamanan nasional AS dan tidak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan, menyusul dukungan terbuka sejumlah negara Eropa terhadap kedaulatan Greenland.
Opsi Balasan Dagang Uni Eropa
Pengumuman tarif tersebut memicu ketegangan diplomatik dan mendorong pertemuan darurat para duta besar UE di Brussels pada Minggu. Pertemuan itu membahas langkah balasan jangka pendek serta dampak jangka panjang terhadap hubungan AS–UE.Dikutip dari India Today, Senin, 19 Januari 2026, Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan usai pertemuan bahwa “sudah waktunya menggunakan trade bazooka Uni Eropa untuk pertama kalinya.”
Istilah Trade Bazooka merujuk pada Anti-Coercion Instrument (ACI), mekanisme yang dirancang untuk melindungi UE dari tekanan ekonomi negara non-UE. Melalui ACI, UE dapat mengenakan tarif balasan, membatasi akses perusahaan AS ke Pasar Tunggal Eropa, serta melarang perusahaan AS mengikuti tender proyek strategis UE.
Pejabat UE menyebut langkah balasan tidak terbatas pada tarif. Opsi lain mencakup kontrol ekspor dan pembatasan ekonomi tambahan terhadap AS. Menurut Reuters, UE juga mempertimbangkan mengaktifkan kembali paket tarif balasan senilai 93 miliar euro yang sempat ditangguhkan setelah tercapainya gencatan dagang sementara pada Juli 2025.
Para diplomat Eropa menilai situasi ini belum pernah terjadi sebelumnya, karena sengketa dagang sebelumnya dengan AS tidak pernah mendorong pertimbangan langkah sekeras ini.
Solidaritas Eropa untuk Greenland
Sebagai respons atas ancaman tarif Trump, delapan negara Eropa pada Minggu mengeluarkan pernyataan bersama yang menegaskan solidaritas penuh terhadap Denmark dan rakyat Greenland.“Kami berdiri dalam solidaritas penuh dengan Kerajaan Denmark dan rakyat Greenland,” demikian bunyi pernyataan tersebut, seraya menegaskan pentingnya keamanan bersama di kawasan Arktik. Negara-negara tersebut menekankan komitmen mereka sebagai anggota NATO untuk memperkuat keamanan Arktik sebagai prioritas transatlantik.
Presiden Dewan Eropa Antonio Costa menyatakan UE akan bersikap tegas membela hukum internasional. Senada, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen memperingatkan bahwa tarif tersebut berisiko merusak fondasi hubungan UE–AS.
Sementara itu, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengkritik Trump dalam percakapan telepon pada Minggu. Ia menegaskan bahwa penggunaan tarif terhadap sesama sekutu NATO sebagai alat tekanan terkait Greenland merupakan langkah keliru dan berisiko mengguncang stabilitas hubungan transatlantik.
“Keamanan di wilayah utara adalah prioritas bersama seluruh sekutu NATO. Menggunakan tarif terhadap sekutu atas dasar kepentingan keamanan kolektif tidak dapat dibenarkan,” demikian pernyataan Downing Street.
Baca juga: Utusan Rusia Ejek Eropa soal Isu Greenland dan Ancaman Tarif AS