BPBD Sulteng Catat 28 Rumah Rusak Akibat Banjir Bandang di Donggala

Alat berat melakukan normalisasi sungai di wilayah Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Selasa (13/1/2026). ANTARA/HO-BPBD Sulteng

BPBD Sulteng Catat 28 Rumah Rusak Akibat Banjir Bandang di Donggala

Whisnu Mardiansyah • 13 January 2026 12:40

Donggala: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah mencatat sebanyak 26 desa di enam kecamatan di Kabupaten Donggala terdampak banjir bandang dan tanah longsor.

Pelaksana Tugas Kepala BPBD Sulteng, Asbudianto, menyebutkan enam kecamatan terdampak tersebut adalah Tanantovea, Labuan, Sindue, Banawa, Banawa Tengah, dan Rio Pakava.

"Total rumah rusak 28 unit," kata Asbudianto di Kota Palu seperti dilansir Antara, Selasa, 13 Januari 2026.

Ia menjelaskan jumlah warga terdampak bencana mencapai 205 kepala keluarga atau setara dengan 625 jiwa. Bencana juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas umum.
 


"Terdapat juga kerusakan fasilitas umum di wilayah bencana seperti dua jembatan gantung putus, satu jembatan penghubung desa terputus, dan satu abutmen jembatan rusak," ucapnya.

Kerusakan lain meliputi bak air dan pipa air bersih di Kecamatan Labuan. Tanggul sepanjang 20 meter juga mengalami kerusakan. "Beberapa titik akses jalan Trans Sulawesi dan jalan desa terputus atau tertutup material banjir dan longsor," sebut Asbudianto.


Alat berat melakukan normalisasi sungai di wilayah Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Selasa (13/1/2026). ANTARA/HO-BPBD Sulteng

Pemerintah provinsi telah mengerahkan satu unit alat berat untuk membuka akses jalan yang tertimbun material longsoran. "Saat ini yang dibutuhkan berupa logistik, perbaikan jembatan, pembersihan pascabencana termasuk normalisasi sungai," ujarnya.

Sementara itu, Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, telah menetapkan status tanggap darurat bencana untuk mempercepat proses penanganan dan perbaikan. "Status tanggap darurat bencana selama tujuh hari hingga 18 Januari 2026," kata Vera.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)