Kantor Balai Desa Kesambi Kudus dijadikan dapur umum dan pengungsian untuk korban banjir. Metrotvnews.com/ Rhobi Shani.
Balai Desa Kesambi Kudus Jadi Dapur Umum dan Pengungsian Korban Banjir
Rhobi Shani • 14 January 2026 11:53
Kudus: Banjir akibat curah hujan tinggi serta meluapnya Sungai Piji membuat Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus masih terendam hingga Rabu, 14 Januari 2026. Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Desa (Pemdes) dan warga mendirikan dapur umum di Balai Desa Kesambi.
Kepala Desa Kesambi, Mokhamad Masri, menuturkan hingga saat ini ketinggian air di pemukiman mencapai 40 sentimeter. Namun, beberapa lokasi sudah mulai berangsur surut.
"Kita berusaha limpasan-limpasan air tidak masuk ke pemukiman dengan cara membersihkan sampah-sampah di jembatan," kata Masri, di Kudus, Rabu, 14 Januari 2026.
Para relawan bersama ibu-ibu PKK desa menyiapkan makanan untuk memenuhi kebutuhan para korban banjir. Nantinya, makanan tersebut didistribusikan ke sejumlah titik yang terdampak banjir.
"Di dapur umum saat ini persiapan masak. Pendistribusian nanti ke beberapa titik karena dari empat hari yang lalu tidak ada pengungsi. Baru semalam ada pengungsi empat KK (Kepala Keluarga). Kebetulan rumahnya terdampak dengan adanya pintu jembatan 10 jebol langsung menghantam rumahnya jadinya rumahnya porak-poranda jadi kita ungsikan ke posko," ujar Masri.

Banjir di Dukuh Goleng, Desa Pasuruhan Lor, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. (ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif)
Berdasarkan data Pemerintah Desa Kesambi, banjir berdampak pada 2.140 KK atau 6.430 jiwa. Sebanyak 1.134 rumah warga terendam air dengan ketinggian bervariasi.
Wilayah terdampak paling parah berada di RW 11, dengan 245 rumah tergenang dan 735 jiwa terdampak. Akibat kondisi rumah yang tidak memungkinkan untuk ditempati, empat KK dengan total enam jiwa terpaksa mengungsi.