Gunung Semeru Tujuh Kali Erupsi dalam Tiga Jam

Gunung Semeru kembali erupsi dengan tinggi letusan mencapai 800 meter di atas puncak pada Rabu (4/2/2026) pagi. ANTARA/HO-PVMBG

Gunung Semeru Tujuh Kali Erupsi dalam Tiga Jam

Lukman Diah Sari • 4 February 2026 10:29

Lumajang: Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, tercatat mengalami erupsi sebanyak tujuh kali dalam waktu tiga jam. Tinggi letusan tercatat mulai 300 meter hingga 800 meter di atas puncak pada Rabu pagi, 4 Februari 2026.

Erupsi pertama pukul 04.58 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 500 meter di atas puncak dan kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur laut. Erupsi itu terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 138 detik.

"Erupsi kedua terjadi pukul 06.10 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 700 meter di atas puncak. Saat laporan itu dibuat, erupsi masih berlangsung," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Liswanto, Rabu, 4 Februari 2026, melansir Antara.

Gunung Semeru kembali erupsi dengan tinggi letusan mencapai 800 meter di atas puncak pada Rabu (4/2/2026) pagi. ANTARA/HO-PVMBG

Tinggi kolom letusan pada erupsi ketiga Gunung Semeru pada pukul 06.56 WIB menurun, yakni teramati 300 meter di atas puncak dan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tipis ke arah utara. Erupsi keempat terjadi pada pukul 07.05 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 600 meter di atas puncak, dan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah utara. 

"Gunung Semeru kembali erupsi pada pukul 07.15 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 800 meter di atas puncak dan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah utara," ujar dia.

Kemudian erupsi keenam tercatat terjadi pada pukul 07.46 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 400 meter di atas puncak dan erupsi ketujuh terjadi pada pukul 08.02 WIB dengan visual letusan tidak teramati karena tertutup kabut.

Liswanto menjelaskan Gunung Semeru berada pada status aktivitas vulkanik Level III (Siaga), sehingga Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan sejumlah rekomendasi, yakni masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi).

Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.

"Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," pesan dia.

Masyarakat perlu mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)