Warga Serang Diminta Waspada Cuaca Ekstrem Hingga 8 Februari

Sejumlah anak bermain air banjir di Kecamatan Binuang, Kabupaten Serang, Banten, beberapa waktu lalu. (ANTARA/Desi Purnama Sari)

Warga Serang Diminta Waspada Cuaca Ekstrem Hingga 8 Februari

Silvana Febiari • 6 February 2026 23:50

Serang: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. Fenomena ini diprediksi masih akan berlangsung di wilayah timur Kabupaten Serang hingga 8 Februari 2026.

Berdasarkan peringatan dini, potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang masih mengintai. "Masyarakat di sekitar lokasi rawan diminta meningkatkan kewaspadaan serta siap melakukan evakuasi apabila terjadi kenaikan muka air dan aliran sungai yang terus meningkat," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Serang, Ajat Sudrajat, seperti dilansir Antara, Jumat, 6 Februari 2026.

Ajat menjelaskan, hingga Jumat sore, sebagian besar wilayah yang sebelumnya terdampak bencana hidrometeorologi sudah kondusif. Namun, banjir masih menggenangi satu desa di Kecamatan Tanara dengan ketinggian muka air (TMA) berkisar 5 hingga 30 sentimeter.
 


Berdasarkan data rekapitulasi kejadian sejak 2 Januari hingga 6 Februari 2026, bencana banjir, angin kencang, dan tanah longsor telah melanda 92 desa di 28 kecamatan.

"Total warga terdampak mencapai 40.115 jiwa dari 12.046 Kepala Keluarga (KK). Peristiwa ini juga mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan dua orang luka-luka," ujarnya.


Petugas evakuasi warga terdampak banjir di Kabupaten Serang, Banten, Minggu, 1 Februari 2026. ANTARA/HO-BPBD Kabupaten Serang


BPBD mencatat sebanyak 10.113 rumah terdampak, dengan rincian 92 rumah mengalami kerusakan fisik (ringan hingga berat) dan 42 fasilitas umum rusak. Saat ini, status penanganan bencana masih berada pada tahap tanggap darurat.

Terkait penanganan pasca bencana, Ajat mengakui adanya sejumlah kendala di lapangan, seperti keterbatasan kendaraan operasional dan stok logistik. "Kebutuhan mendesak saat ini antara lain alat penyedot air atau alkon, pasokan air bersih, kendaraan water supply, dan perlengkapan kebersihan," ungkapnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)