Presiden Instruksikan Inovasi Riset Segera Diterapkan untuk Atasi Masalah Sampah

Presiden Prabowo Subianto. Dok.BPMI

Presiden Instruksikan Inovasi Riset Segera Diterapkan untuk Atasi Masalah Sampah

Kautsar Widya Prabowo • 5 February 2026 14:23

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan pengembangan riset dan inovasi segera dimaksimalkan sebagai solusi konkret dalam mengatasi persoalan sampah nasional. Hal tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi usai menghadiri rapat terbatas di Gedung Bappenas, Jakarta Pusat.

“Bapak Presiden menghendaki adanya beberapa inovasi yang secepat mungkin bisa menyelesaikan permasalahan yang dihadapi bangsa dan masyarakat kita, salah satunya masalah sampah," ujar Prasetyo di Gedung Bappenas, Jakarta Pusat, Kamis, 5 Februari 2026.

Juru bicara Presiden Prabowo ini menyebut sudah ada inovasi dalam mengatasi masalah sampah dalam skala rumah tangga hingga satu desa. Hasil inovasi tersebut diharapkan dapat segera diperbanyak dan diterapkan secara luas.

Prasetyo menjelaskan persoalan sampah memiliki jenjang penanganan yang berbeda-beda, mulai dari skala rumah tangga hingga skala kota dengan produksi sampah yang sangat besar.

“Untuk skala besar, seperti program waste to energy yang rencananya akan dilaksanakan di 34 kabupaten, itu ditujukan untuk daerah dengan produksi sampah di atas seribu ton per hari,” jelas Prasetyo.

Dia menegaskan penanganan sampah harus disesuaikan dengan skala dan karakteristik masing-masing wilayah. Peralatan dan teknologi yang digunakan untuk skala kota berbeda dengan penanganan sampah di tingkat RT, RW, atau desa.

“Yang diinginkan adalah di setiap level itu kita cari penyelesaiannya. Tidak bisa disamaratakan,” tegas Prasetyo.
 

Baca Juga: 

Soroti Bali Kotor, Prabowo Minta Pemda Libatkan Siswa Bersihkan Sampah



Ilustrasi sampah. Medcom

Selain teknologi, Prasetyo menekankan pentingnya aspek edukasi kepada masyarakat. Menurut dia, pengelolaan sampah, khususnya yang diarahkan menjadi energi, membutuhkan proses pemilahan sejak dari sumbernya.

“Edukasi menjadi salah satu kunci. Sampah harus dipilah antara organik dan anorganik. Jadi penyelesaian masalah sampah tidak sekadar membangun insinerator, tetapi juga bagaimana membangun kesadaran dan pemahaman masyarakat,” ujar Prasetyo.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Achmad Zulfikar Fazli)