Kisah Fajar Novario Desain Logo HUT ke-81 RI Penuh Makna

Logo terpilih HUT ke-81 RI. Foto: Dok. Biro Pers Setpres.

Kisah Fajar Novario Desain Logo HUT ke-81 RI Penuh Makna

Fachri Audhia Hafiez • 15 July 2026 22:50

Jakarta: Pemenang desain logo Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Fajar Novario, mengungkapkan bahwa karya rancangannya terinspirasi dari cara pandang para pendiri bangsa dalam memaknai keberagaman tanah air.

"Kami mengambil pandangan dari founding father (pendiri bangsa). Kami memosisikan diri kami sebagai founding father yang ada di Indonesia dulu, saat mereka merumuskan Pancasila," ujar Fajar saat dihubungi ANTARA, Rabu, 15 Juli 2026.
 


Fajar menceritakan, ia dan timnya di awal proses kreatif sempat mencoba memasukkan puluhan simbol visual untuk mewakili tema "Berdaulat, Adil, dan Makmur". Namun, pendekatan tersebut akhirnya diubah setelah menerima masukan dari Asosiasi Desainer Grafis Indonesia (ADGI).

"Kami dapat kritik yang lumayan pedas tuh dari asosiasi, karena terlalu muluk-muluk dan terlalu cocoklogi istilahnya," kata Fajar.

Kritik tersebut mendorongnya mereset ulang proses kreatif. Alumnus Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Negeri Padang itu memilih menggali pemikiran mendalam para pendiri bangsa mengenai kesamaan nasib, persatuan, dan kecintaan terhadap tanah air.

"Nah, tiga ini kita coba direlevansikan dengan gaya desain dan tema yang ada sekarang. Dari instrumen-instrumen tiga itu tadi, mereka itu merumuskan Pancasila," jelas pria yang juga co-founder Auman Design Bureau ini.


Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya (kanan) bersama Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro (kiri) saat pengumuman logo HUT ke-81 RI. Foto: ANTARA FOTO/Bayu Pratama S./kye

Visual Sederhana dan Dinamis

Fajar akhirnya memilih visual yang sederhana, tegas, namun tetap terbuka untuk ditafsirkan masyarakat luas. Angka delapan yang saling menyilang melambangkan kolektivitas dan gotong royong, sementara keterhubungan angka delapan dan satu menggambarkan pertumbuhan menuju masa depan.

Desain ini sengaja dibuat tidak terlalu spesifik agar masyarakat dari berbagai latar budaya dapat menerjemahkannya berdasarkan pengalaman masing-masing.

"Apa pun yang diterjemahkan oleh masyarakat, itu poinnya yang mempersatukan kita," tutur Fajar.

Selain itu, logo ini dirancang agar mudah dibaca dan fleksibel untuk diaplikasikan ke berbagai jenis media promosi. "Kita bikin semudah mungkin untuk diterima sama masyarakat, mudah dilihat, dan mudah diaplikasikan," tambah Fajar.

Desainer asal Padang, Sumatra Barat ini berhasil memenangkan sayembara setelah memperoleh 44,73 persen dari total 68.569 suara publik selama lima hari periode pemilihan. Mengusung konsep "Kolektif, Sinergi, Bertumbuh", karya Fajar berhasil menyisihkan empat finalis lainnya dari berbagai daerah di Indonesia.

(Fachri Audhia Hafiez)