Presiden AS Donald Trump. (Anadolu Agency)
Trump Klaim Militer AS Tewaskan Pemimpin Geng Tren de Aragua, Nino Guerrero
Willy Haryono • 13 June 2026 09:15
Washington: Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim militer AS telah menewaskan pemimpin geng kriminal Venezuela Tren de Aragua bernama Hector Guerrero Flores, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Nino Guerrero.
Dalam unggahan di platform Truth Social, Trump mengatakan operasi tersebut dilakukan atas perintahnya oleh Komando Selatan AS.
"Atas arahan saya, Komando Selatan Amerika Serikat melancarkan serangan cepat dan mematikan yang berhasil mengeksekusi Nino Guerrero," tulis Trump, seperti dikutip dari Anadolu Agency, Sabtu, 13 Juni 2026.
Trump menyebut Tren de Aragua sebagai salah satu organisasi teroris paling brutal di dunia. Ia juga kembali mengkritik pendahulunya, Joe Biden, dengan menuduh kebijakan perbatasan era Biden memungkinkan anggota kelompok kriminal itu masuk ke Amerika Serikat dan melakukan berbagai tindak kejahatan.
Trump mengatakan operasi tersebut merupakan bentuk keadilan bagi para korban dan keluarga mereka. Ia juga mengungkapkan bahwa operasi itu dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah Venezuela.
"Tindakan ini dikoordinasikan secara erat dengan teman-teman kami di Venezuela, dan kerja sama kami berjalan sangat baik," kata Trump.
Menurut Trump, Tren de Aragua kini tidak lagi memiliki tempat berlindung yang aman di Venezuela maupun di negara lain.
Selain itu, Trump menyoroti sejumlah langkah yang telah diambil pemerintah AS terhadap kelompok tersebut, termasuk menetapkannya sebagai Organisasi Teroris Asing (FTO) serta mendeportasi ribuan pelaku kriminal yang dikaitkan dengan jaringan itu.
Trump juga menegaskan bahwa pemerintahannya akan terus memburu anggota Tren de Aragua yang masih tersisa "kapan pun dan di mana pun."
Baca juga: Trump Klaim AS Raup Keuntungan Besar dari Minyak Venezuela usai Tumbangnya Maduro