Tiga Awak India Hilang setelah Kapal Tanker Ditembaki AS di Lepas Pantai Oman

Sebuah kapal tanker yang berada di laut. Foto: Anadolu

Tiga Awak India Hilang setelah Kapal Tanker Ditembaki AS di Lepas Pantai Oman

Muhammad Reyhansyah • 11 June 2026 15:05

New Delhi: Tiga awak kapal asal India dilaporkan hilang setelah sebuah kapal tanker mengalami serangan di lepas pantai Oman.

Insiden itu terjadi sebelum militer Amerika Serikat (AS) mengumumkan bahwa pihaknya menembaki kapal tersebut karena diduga melanggar blokade terhadap Iran.

Kementerian Luar Negeri India pada Rabu, 10 Juni 2026 menyatakan dari total 24 awak India yang berada di atas kapal tanker Settebello, sebanyak 21 orang telah berhasil diselamatkan.

"Dari 24 awak India di kapal tersebut, 21 orang telah diselamatkan sejauh ini dan tiga warga India dilaporkan masih hilang," kata kementerian dalam pernyataannya, dikutip dari Channel News Asia, Kamis, 11 Juni 2026.

India mengecam serangan terhadap kapal tersebut dan menyebut insiden itu sebagai dampak langsung dari konflik yang masih berlangsung di kawasan Timur Tengah.

"Serangan terhadap pelayaran di kawasan sangat mengkhawatirkan dan merupakan akibat langsung dari konflik yang sedang berlangsung. Kami kembali menyerukan deeskalasi segera," tambah pernyataan itu.

AS Akui Menembaki Kapal Tanker

Beberapa jam kemudian, militer Amerika Serikat menyatakan salah satu pesawat tempurnya menembaki kapal tanker berbendera Palau tersebut di Teluk Oman.

Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) menyebut kapal tanker Settebello dilumpuhkan ketika berupaya mengangkut minyak dari Iran. Dalam unggahan di media sosial X, CENTCOM mengatakan awak kapal berulang kali mengabaikan instruksi yang diberikan pasukan Amerika Serikat.

Menyusul insiden tersebut, India memanggil kuasa usaha Kedutaan Besar AS di New Delhi untuk menyampaikan protes keras atas serangan tersebut, menurut seorang pejabat senior pemerintah India kepada AFP.

Selat Hormuz, jalur pelayaran penting bagi distribusi energi dunia, hampir sepenuhnya tertutup sejak pecahnya konflik Timur Tengah yang dipicu serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari.

Upaya perundingan selama masa gencatan senjata yang rapuh dalam beberapa pekan terakhir belum berhasil menghasilkan kesepakatan untuk membuka kembali jalur pelayaran tersebut.

Meski Iran memberlakukan blokade sejak konflik dimulai, Amerika Serikat juga menerapkan blokade tersendiri sejak April.

Sebelumnya, badan pemantau pelayaran Inggris, United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO), melaporkan insiden terhadap sebuah kapal sekitar 20 mil laut di timur laut Sohar, Oman.

Laporan itu menyebut kapal mengalami kebakaran di ruang mesin, dengan satu korban dan dua awak dilaporkan hilang.

Perusahaan keamanan maritim Inggris Vanguard Tech mengatakan kapal tanker Settebello sempat mengirim sinyal darurat yang menyebut ruang mesinnya terkena serangan rudal saat beroperasi di perairan Teluk Oman.

Pada Senin lalu, otoritas Oman juga mengevakuasi 24 pelaut India dari sebuah kapal tanker yang terbakar di lepas pantai Muscat. Namun saat itu belum diketahui penyebab kebakaran yang terjadi.

(Fajar Nugraha)