Ilustrasi. Medcom.id
Tahapan Pilkada Kota Bandung Dimulai Pekan Depan
Media Indonesia • 19 August 2024 11:13
Bandung: KPUD Kota Bandung, Jawa Barat (Jabar), memastikan tahapan pencalonan Pilkada Kora Bandung dimulai pekan depan. Diawali dengan pengumuman atau sosialisasi pencalonan pada 24 Agustus.
Kemudian dilanjutkan dengan tahapan pendaftaran calon Pilkada Kota Bandung yang dibuka mulai pada 27 Agustus hingga 29 Agustus 2024.
"Mengingat, dalam tahapan tersebut, para kontestan akan melampirkan sejumlah dokumen sebagai persyaratan. Sesuai dengan aturan teknis pendaftaran calon yang tertera dalam Peraturan KPU Nomor 8 Tahun 2024 tentang Pendaftaran Calon Kepala Daerah Gubernur, Bupati, Wali Kota," kata Ketua Divisi Teknis Pemilihan KPUD Kota Bandung, Fajar Kurniawan, Senin, 19 Agustus 2024.
| Baca: Dharma-Kun Disebut Pasangan Boneka, Ridwan Kamil: Itu Tafsir
|
KPUD juga akan segera melibatkan Bawaslu Kota Bandung, serta partai selaku pengusung bakal calon Wali Kota dan bakal Calon Wakil Wali Kota Bandung.
"Koordinasi bersama instansi-instansi yang menjadi mitra kami tentunya menjadi hal penting untuk memastikan seluruh stakeholder yang terlibat dapat membantu lancarnya kegiatan ini. Kami berharap, dapat memberikan pelayanan terbaik bagi calon peserta pemilu sebagai bagian dari tugas kami selaku penyelenggara pemilu," ungkap Fajar.
Adapun di PKPU lanjut Fajar, pendaftaran calon, terdapat 19 syarat umum bagi kontestan untuk ikut daftar pemilihan kepala daerah, baik gubernur, wali kota dan bupati. Dari 19 syarat umum itu, turunannya berupa harus menyertakan puluhan dokumen, seperti laporan harta kekayaan, dokumen data pribadi hingga surat keterangan. Persyaratan yang harus dipenuhi itu melibatkan sejumlah instansi.
Sementara Ketua KPUD Kota Bandung, Wenti Frihadianti, mengungkapkan KPU Kota Bandung telah menetapkan Daftar Pemilih Sementara (DPS) Pilkada 2024 di Kota Bandung. Pemilih dalam DPS Kota Bandung, berjumlah 1.890.607 jiwa.
"Rincian DPS berdasarkan generasi. Pemilih dari generasi Y atau milenial-kelahiran 1981 sampai 1996, mendominasi dengan 614 840 jiwa atau 33 persen dari total DPS. Selanjutnya, secara berturut-turut, generasi X dengan 28 persen, generasi Z 23 persen, baby boomer 14 persen, silent generation 2 persen," bebernya.