Longsor yang terjadi di Selandia Baru. Foto: RNZ
Anak-Anak Dilaporkan Hilang dalam Longsor di Perkemahan Selandia Baru
Fajar Nugraha • 23 January 2026 10:52
Mount Maunganui: Tim pencarian dan penyelamatan Selandia Baru pada Kamis terus berupaya menemukan sejumlah orang, termasuk anak-anak, yang dilaporkan hilang setelah longsor menghantam sebuah perkemahan di pesisir utara negara itu di tengah hujan dengan intensitas tertinggi sepanjang sejarah.
Dilansir dari TRT World Jumat 23 Januari 2026, longsor menerjang area perkemahan di Mount Maunganui, meratakan tenda-tenda dan menyeret sebuah campervan ke kolam air panas di sekitarnya. Saksi mata mengatakan sempat terdengar teriakan minta tolong dari dalam bangunan toilet, namun suara tersebut menghilang sekitar 15 menit kemudian.
Wilayah Tauranga dan Distrik Western Bay of Plenty mencatat curah hujan terbasah sepanjang sejarah, dengan volume setara dua setengah bulan hujan yang turun hanya dalam 12 jam. Ribuan warga juga mengalami pemadaman listrik, terutama di pesisir timur Pulau Utara.
Di lokasi terpisah, dua orang masih dinyatakan hilang setelah longsor menghantam sebuah rumah di Papamoa. Otoritas juga mencari seorang pria di utara Auckland yang terseret banjir saat mencoba menyeberangi sungai pada Rabu.
“Polisi bersama Fire and Emergency New Zealand sedang bekerja untuk menemukan dan menyelamatkan orang-orang yang terjebak akibat longsor di Mount Maunganui,” ujar Kepala Kepolisian Distrik Bay of Plenty, Superintendent Tim Anderson.
Ia mengimbau masyarakat menjauhi area perkemahan dan jalan sekitar selama operasi berlangsung.
Perdana Menteri Selandia Baru Christopher Luxon mengatakan cuaca ekstrem masih menciptakan kondisi berbahaya di Pulau Utara. “Saat ini pemerintah melakukan segala upaya untuk mendukung warga yang terdampak,” tulisnya, seraya menyebut pemerintah memantau ketat situasi nasional, termasuk insiden besar di Mount Maunganui.
(Keysa Qanita)